BI Yakin Tahun Politik tak Picu Peningkatan Peredaran Uang Palsu

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 05 Jan 2018 21:14 WIB
uang palsubank indonesia
BI Yakin Tahun Politik tak Picu Peningkatan Peredaran Uang Palsu
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi (kanan) saat konferensi pers. (Foto: MTVN/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) meyakini jika tahun politik pada 2018 tidak akan mendorong meningkatnya peredaran uang palsu. Dari tahun-tahun politik sebelumnya, BI mencatat tak ada kenaikan signifikan pada uang palsu yang beredar di masyarakat.

"Dari data-data sebelumnya, mulai dari 2004, 2009, sampai dengan 2014, biasa saja mengenai uang palsu," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Januari 2018.

Dirinya menambahkan pada tahun lalu peredaran uang palsu bisa dikurangi berkat kerja sama bank sentral dengan kepolisian. Hal ini menurut Suhaedi bisa dilanjutkan ke tahun-tahun sebelumnya agar peredaran uang palsu bisa terus dikurangi.

Pada 2017 lalu, BI mencatat rasio peredaran uang palsu hanya delapan lembar per satu juta uang yang beredar. Padahal pada tahun sebelumnya, rasio uang palsu yang beredar mencapai 13 per satu juta yang diedarkan.

"Sekarang jumlah uang palsu di Indonesia dari waktu ke waktu terus menurun. Ini juga berkat polisi yang penindakannya kini tidak lagi pengedarnya tapi sampai ke pemodalnya," jelas dia.

Selain itu, BI terus menyosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat luas untuk mencegah peredaran uang palsu. Masyarakat diminta menerapkan 3D yaitu dilihat, diraba, dan diterawang untuk membedakan uang asli dan uang palsu.

"Kita lakukan tindakan preventif, persuasif, dan represif. Kesadaran masyarakat untuk mengetahui ciri-ciri uang palsu lebih tinggi. Laporan dugaan uang palsu datang dari laporan masyarakat," pungkasnya.

 


(AHL)