Pemadaman Listrik Ganggu Transaksi Nontunai di Jalan Tol

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 03 Jan 2018 15:28 WIB
transaksi non tunai
Pemadaman Listrik Ganggu Transaksi Nontunai di Jalan Tol
Illustrasi. ANT/Nova Wahyudi.

Jakarta: Banyak pengaduan yang datang kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) akibat pemadaman yang terjadi di sejumlah wilayah di DKI Jakarta pada Selasa, 2 Januari 2018.

Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. Ia menyebut pengaduan terbanyak adalah konsumen jalan tol. Seperti diketahui, sebagian besar tol di Jabodetabek sudah menggunakan sistem e-toll. E-toll sangat tergantung dengan pasokan listrik.

"Banyak pengaduan dari konsumen jalan tol karena e-toll-nya tidak berfungsi," kata Tulus kepada Medcom.id, Rabu, 3 Januari 2018.

Namun terkait sistem kerja e-toll, Tulus tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada pihak PT PLN (Persero) sebagai penyedia listrik. Ia justru mengingatkan kepada pengelola jalan tol untuk memiliki cadangan listrik.

"Dalam hal ini seharusnya pengelola tol, seperti jasa marga seharusnya punya back up sistem. Jadi kalau listrik mati e-toll nya tetap hidup. Pengelola tol harus punya genset dan atau UPS," jelas dia.

Sementara itu, pengaduan terbanyak lainnya berasal dari sektor pelayanan masyarakat seperti rumah sakit. Dia mengatakan seharusnya sektor vital tersebut memiliki cadangan listrik sendiri.

"Untuk itu sektor utilitas tidak bisa hanya mengandalkan listrik dari PLN saja. Harus punya back up agar tidak mengganggu pelayanan pada masyarakat. Demikian juga dengan rumah sakit," pungkas dia.

Seperti diketahui, pada Selasa pagi pukul 07.18 WIB telah terjadi pemadaman listrik di Jakarta.

Pemadaman terjadi karena gangguan teknis yang terjadi pada sistem 150 kV Gandul-Muara karang. Kejadian itu menyebabkan 17 Gardu Induk ( GI ) dari 80 GI yang ada di Jakarta sempat mengalami gangguan.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka mengatakan, sejak pukul 07.34 WIB sampai pukul 8.37 WIB secara bertahap PLN berhasil memulihkan kembali 13 Gardu Induk yang terdampak. Sementara untuk empat GI lain yakni GI Petukangan, GI Bintaro, GI Muara Karang dan GI Kebon Jeruk masih dalam proses penormalan operasi sistem.


 


(SAW)