Tingkatkan Ekspor, RI Kebut Tiga Perundingan dalam CEPA

   •    Rabu, 08 Nov 2017 14:40 WIB
perdagangan ri
Tingkatkan Ekspor, RI Kebut Tiga Perundingan dalam CEPA
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah tengah berupaya untuk menyelesaikan tiga perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) di Jakarta, yang nantinya akan menjadi landasan untuk meningkatkan ekspir dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa tiga perjanjian yang didorong penyelesaiannya itu adalah Indonesia-Chile CEPA (IC-CEPA), Indonesia-European Free Trade Association/EFTA CEPA (IE-CEPA), serta Indonesia-Australia CEPA (IA-CEPA).

"Dari sebanyak 16 perjanjian dan tiga review yang akan diselesaikan, tahun ini tiga akan selesai. Sementara 10-13 lainnya itu tahun depan selesai," kata Enggartiasto, melalui sambungan telepon kepada Antara, Rabu 8 November 2017. 

Enggartiasto menambahkan, kinerja ekspor menjadi salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat, pada triwulan III 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,06 persen dimana salah satu komponen yang mendorong adalah ekspor barang dan jasa.

Pertumbuhan tertinggi secara tahunan dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 17,27 persen (yoy) dan berkontribusi 20,50 persen terhadap struktur PDB. Sebagian besar ekspor Indonesia ditujukan ke Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Singapura.

"Pertumbuhan ekonomi akan meningkat saat ekspor meningkat. Penyelesaian perundingan tersebut akan membuka pasar baru untuk meningkatkan ekspor," kata Enggartiasto.

Perundingan Indonesia dengan Chile dalam IC-CEPA putaran ke-6 berlangsung pada 6-10 November 2017. Indonesia dan Chile sepakat bahwa IC-CEPA dimulai secara bertahap dengan perjanjian barang (trade in goods) terlebih dahulu. Kemudian berlanjut ke perjanjian investasi, jasa, atau lainnya sesuai perkembangan.

Kinerja perdagangan Indonesia-Chile dalam lima tahun pada 2012-2016 turun sebesar 12,09 persen. Meskipun demikian, pada periode Januari-Agustus tahun 2017 total perdagangan kedua negara meningkat 27 persen menjadi USD 201,31 juta  dari sebelumnya USD 158,36 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, putaran ke-13 perundingan Indonesia dengan EFTA (IE-CEPA) bergulir pada 7-10 November 2017. Perundingan IE-CEPA merupakan perundingan CEPA secara penuh, yang artinya perdagangan jasa dan investasi juga menjadi isu yang dirundingkan.

Isu-isu utama yang masih memerlukan diskusi lebih lanjut adalah akses pasar untuk perdagangan barang, jasa, dan investasi. Selain itu, EFTA juga menaruh perhatian besar terhadap perlindungan kekayaan intelektual. Sementara Indonesia akan mendorong isu akses tenaga kerja dan kerja sama.

Di sisi lain, perundingan IA-CEPA akan dilaksanakan pada 13-17 November 2017. Perundingan putaran ke-10 ini akan menjadi putaran terakhir karena ditargetkan selesai tahun 2017 oleh kedua Kepala Negara yang bertemu pada bulan Februari 2017 lalu.

Total perdagangan bilateral Indonesia dan Australia di tahun 2016 mencapai USD8,5 miliar. Ekspor Indonesia sebesar USD3,2 milliar dan impornya sebesar USD5,3 miliar, sehingga Indonesia mengalami defisit perdagangan sebesar USD2,1 miliar.



(SAW)