BKPM Larang Talk Fusion Beroperasi

Desi Angriani    •    Jumat, 06 Oct 2017 19:07 WIB
bkpminvestasi bodong
BKPM Larang Talk Fusion Beroperasi
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal meminta PT Talk Fusion Indonesia menghentikan segala kegiatan penjualan produk karena belum memiliki izin usaha. Perusahaan baru diwajibkan memiliki izin prinsip Penanaman Modal Asing (PMA) melalui skema penjualan langsung  yang dikembangkan mitra usaha (direct selling/multilevel marketing).

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis menyatakan, perusahaan itu baru memiliki Izin Prinsip Penanaman Modal Asing Nomor 1399/1/IP/PMA/2017 pada April 2017. Namun untuk dapat memulai pelaksanaan kegiatan produksi/operasi, perusahaan penanaman modal wajib memiliki Izin Usaha.

"Izin prinsip yang dimiliki merupakan persetujuan awal dari Pemerintah bagi penanam modal untuk berinvestasi di Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 6 Oktober 2017.

Menurut Azhar, PT Talk Fusion Indonesia telah melanggar aturan karena melakukan kegiatan penjualan produk tanpa  Izin Usaha/Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL). Dengan demikian PT Talk Fusion Indonesia tidak dapat melakukan kegiatan produksi komersial sampai dengan perusahaan memperoleh perizinan usaha berupa SIUPL.

"Ternyata mereka telah melakukan berbagai kegiatan usaha tanpa izin usaha tersebut," jelasnya.

BKPM pun mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap penawaran produk dari perusahaan-perusahaan yang belum memiliki izin usaha dari Kementerian/Lembaga terkait.

"Masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap mekanisme-mekanisme iming-iming investasi ini. Kalau ragu-ragu sebaiknya jangan bergabung dengan perusahaan tersebut," tutup dia.


(AHL)