Produk Serat Poliester RI Lolos Penyelidikan Antidumping di Argentina

Ilham wibowo    •    Rabu, 10 Oct 2018 05:17 WIB
perdagangan bebas
Produk Serat Poliester RI Lolos Penyelidikan Antidumping di Argentina
Ekspor. MI/RAMDANI.

Jakarta: Pemerintah Argentina memutuskan menghentikan penyelidikan antidumping terhadap produk serat poliester bertekstur (Polyester Textured Yarn/PTY) yang salah satunya berasal dari Indonesia. Proses yang cukup panjang ini dinilai mengembalikan citra ekspor produk dari Tanah Air.  

Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh otoritas penyelidikan National Commission for Foreign Trade, Secretariat of Commerce Ministry of Production Argentina. Surat resmi dikeluarkan melalui final determination file No. 529/2018 tanggal 5 September 2018 perihal Termination of the Anti-dumping Duties on PTY Originating in or Imported from Indonesia and India.

“Ini tentunya merupakan kabar yang menggembirakan bagi kita, mengingat peningkatan ekspor merupakan salah satu fokus yang tengah dilakukan pemerintah,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan melalui keterangan tertulis, Selasa, 9 Oktober 2018. 

Menurut Oke, alasan penghentian penyelidikan ini lantaran tidak ditemukannya bukti dumping dari eksportir yang melebihi batas minimum. Kerugian dari pemohon dan hubungan kausalitas di antara keduanya pun dianggap nihil. 

Selain itu, lanjut Oke, penarikan permohonan penyelidikan antidumping yang dilakukan Manufacture of Synthetic Fibers S.A, produsen terbesar serat poliester bertekstur di Argentina, sebagai pihak yang mengajukan petisi dumping juga menjadi alasan lain.

Permohonan penyelidikan antidumping ini ditarik karena terbakarnya fasilitas penting untuk produksi sehingga persyaratan hukum yang menjadi syarat penyelidikan
tidak dapat dipenuhi.

Sementara itu, Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati menyampaikan bahwa penyelidikan antidumping produk serat poliester bertekstur ini telah dimulai sejak 12 September 2017. Dalam proses penyelidikan terdapat beberapa kendala di antaranya kewajiban untuk memberikan tanggapan dengan menggunakan bahasa Spanyol yang diterjemahkan di Argentina. 

"Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dengan para eksportir, hambatan tersebut dapat diatasi," paparnya. 

Volume ekspor serat poliester bertekstur Indonesia ke Argentina secara umum mengalami fluktuasi dengan tren 2013-2017 menurun sebesar 3,54 persen. Dalam lima tahun terakhir ekspor terbesar tercatat pada tahun 2015-2016 yaitu senilai USD 8,10 juta. Namun, pada tahun 2017 terjadi penurunan sehingga nilai ekspor menjadi USD 5,2 juta.

Pada 2018, ekspor komoditas tersebut ke Argentina kembali cerah. Pada periode Januari-Juli 2018, ekspornya mencapai USD3,30 juta, atau meningkat sebesar 36,27 persen dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD2,40 juta. Dengan nilai tersebut, Indonesia memiliki pangsa pasar sebesar 25-26 persen dari total impor serat poliester bertekstur Argentina.

“Terbukanya kembali akses pasar Argentina harus dilihat sebagai peluang untuk semakin  meningkatkan ekspor serat poliester bertekstur. Terutama karena Indonesia merupakan salah satu pemain penting di Argentina,” pungkas Pradnyawati.


(SAW)