Mendorong Pariwisata, Memacu Perekonomian

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 06 Nov 2018 16:12 WIB
pariwisata indonesiaekonomi indonesia
Mendorong Pariwisata, Memacu Perekonomian
Pantai Bringsing, Bayuwangi. Medcom/Eko Nordiansyah.

Banyuwangi: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) DKI Jakarta mengajak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk fokus mendorong pariwisata di Ibukota. Pasalnya pengembangan pariwisata dinilai mampu memacu pertumbuhan ekonomi agar lebih baik lagi.

Kepala KPw BI DKI Jakarta Trisno Nugroho mengatakan pariwisata mampu menjadi penyumbang devisa terhadap negara serta menggerakan perekonomian masyarakat. Secara nasional, pariwisata menempati urutan ketiga sebagai penyumbang devisa negara terbesar.

"Pariwisata jadi penyumbang devisa ketiga setelah CPO (minyak sawit) dan batubara, sedikit lagi dia bisa menyalip menjadi nomor dua dan nomor satu," kata dia dalam pertemuan dengan media, akhir pekan lalu.

Data bank sentral, pariwisata berkontribusi terhadap devisa sebesar USD14,2 miliar pada 2017 lalu. Pariwisata hanya kalah dari CPO yang mampu menyumbang devisa mencapai USD21,9 miliar. dan batu bara yang memberikan pemasukan devisa senilai USD20,4 miliar.

Menurut Trisno, Indonesia diberkahi potensi pariwisata yang luar biasa untuk bisa dikembangkan. Jakarta menjadi salah satu wilayah yang memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata bahari di Kepulauan Seribu, wisata sejarah di Kota Tua, hingga wisata budaya di Setu Babakan.

Segala potensi yang dimiliki Jakarta juga ditopang dengan keberanaan infrastruktur yang memadai. BI KPw DKI Jakarta juga mengaku siap membantu Pemprov dalam mengembangkan berbagai potensi wisata tersebut, sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian.

"Dibutuhkan 3A2P untuk mengembangkan pariwisata DKI Jakarta. A pertama adalah Akses, lalu ada Atraksi, dan ketiga Amenitas yang menyangkut fasilitas dan akomodasi. Sementara 2P itu, promosi dan pelaku pariwisata," jelas Trisno.

Kepala Tim Advisory dan Ekonomi Keuangan BI KPw DKI Jakarta M Cahyaningtyas menambahkan perlu kolaborasi bersama antara berbagai pihak di Ibu Kota. Pemprov diharapkan bisa mengajak berbagai pihak untuk secara bersama-sama menggaungkan pariwisata di Jakarta.

"Kita perlu kerja sama berbagai pihak yang terkait, enggak bisa ini jalan sendiri yang ini jalan sendiri. Jadi harus kolaborasi. Adanya forum komunikasi lintas instansi yang rutin diselenggarakan juga bisa memonitor upaya mengembangkan pariwisata," kata Tyas.

Mencontoh Banyuwangi

Pengembangan wisata di Jakarta bisa meniru apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dalam beberapa tahun terakhir, upaya Pemkab untuk mempromosikan pariwisata Banyuwangi telah menunjukan hasil di mana wilayah ini kian bersolek menyambut wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku siap membantu Pemprov DKI Jakarta untuk mengembangkan pariwisata. Apalagi dengan status sebagai Ibu Kota, Jakarta tentu memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan kabupaten yang berada di paling timur Jawa tersebut.

"Kami tentu siap untuk ikut membantu wilayah lain termasuk Jakarta untuk mengembangkan pariwisata. Dengan kemampuan misal dari sisi anggaran yang lebih besar, tentunya Jakarta punya potensi yang besar dibandingkan dengan Banyuwangi," ungkapnya.

Banyuwangi memang memiliki berbagai wisata unggulan seperti wisata bahari di berbagai pantai di sana, Kawah Ijen, hingga Taman Nasional Baluran. Tak hanya itu, mereka juga memperkenalkan budaya serta kesenian lokal kepada wisatawan melalui restoran, kafe, hotel, hingga festival tahunan.

Asisten Biro Perekonomian DKI Jakarta Sri Haryati mengaku terkesan dengan apa yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Menurutnya, Pemprov berkomitmen guna mengembangkan pariwisata di Ibukota sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022.

"Kita harus bisa berkolaborasi, tujuannya agar menjadi suatu gerakan dengan melibatkan masyarakat yang ada di kawasan berpotensi pariwisata, sehingga pendapatan mereka juga bisa meningkat," kata Sri.

Dirinya menambahkan, ada 216 titik di DKI Jakarta yang memiliki potensi sebagai destinasi wisata. Hanya saja karena banyaknya destinasi yang ada, maka Pemprov akan membuat pengelompokan agar pengembangan pariwisata bisa dilakukan secara optimal.

"Kita akan membuat prioritas terkait destinasi yang akan kita kembangkan. Ada 216 destinasi sekarang ini, kita scooping yang mana akan kita kembangkan. Misal Kepulauan Seribu, bagaimana kita mengemas itu menjadi seperti yang kita lihat kemarin (di Pantai Bringsing Banyuwangi)," jelas dia.

Pemprov juga akan menggandeng stakeholder lain, untuk menyediakan kebutuhan pendukung seperti transportasi, listrik, air minum, pangan, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menyediakan oleh-oleh. Rencananya dalam waktu tiga bulan mendatang akan ada progress dari pengembangan pariwisata di DKI Jakarta.


(SAW)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA