Langkah BI Memperkuat Ekonomi Syariah

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 02 Nov 2018 18:37 WIB
bank indonesiaekonomi syariah
Langkah BI Memperkuat Ekonomi Syariah
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) berkomitmen mendukung penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Salah satunya melalui pengembangan rantai nilai halal regional (regional halal value chain), yang meliputi pengembangan ekosistem dari berbagai tingkatan usaha syariah, dari hulu ke hilir.

Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), secara khusus, terdapat banyak potensi yang dapat dikembangkan, seperti penerapan sistem pertanian terintegrasi (integrated farming), pengembangan produk makanan halal, pengembangan kain tenun dan produk kerajinan daerah, serta pengembangan pariwisata halal.

"Potensi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah perlu didukung oleh penguatan ekosistem rantai nilai halal," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, saat Festival Ekonomi Syariah (FESyar), dikutip dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, 2 November 2018.

FESyar Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2018 menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan ekonomi syariah secara serentak di seluruh Indonesia, untuk mendukung kemajuan ekonomi nasional. Mengangkat tema 'Penguatan Ekonomi Syariah melalui Pengembangan Regional Halal Value Chain', FESyar dilaksanakan di Balikpapan.

"Dalam hal ini, diperlukan skema business matching untuk mendorong terhubungnya sisi penawaran produk usaha syariah dengan sisi permintaan dari pasar domestik, regional, maupun pasar global. Selain itu, prospek perkembangan industri halal memerlukan adanya dukungan penguatan infrastruktur usaha halal, baik dari sisi hulu hingga hilir," jelas dia.

Saat ini, Indonesia masih menghadapi tantangan struktural yang bermuara pada perlunya pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru serta upaya mengatasi defisit transaksi berjalan. Ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu kunci meningkatkan pertumbuhan yang inklusif dan berkesinambungan.

"Untuk itulah, Indonesia terus berkomitmen terhadap pengembangan ekonomi syariah. Pada 2018, Indonesia pun berhasil naik ke peringkat 10 dunia sebagai pelaku dalam ekonomi syariah, setelah setahun sebelumnya berada di peringkat 11. Kenaikan posisi Indonesia ini utamanya didukung oleh peringkat kinerja Indonesia dalam mendorong industri halal food," ungkapnya.

Sebagai wujud dukungan BI terhadap pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Timur, BI memfasilitasi penandatanganan business matching antara PT Syam Surya Mandiri dengan Asosiasi Petambak Anggana dengan nilai nominal sebesar Rp200 miliar.

Dalam rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pula Program Sosial BI (PSBI) dengan penyerahan bantuan kepada Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan berupa 50 unit komputer, Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad AlBanjari berupa tempat wudhu dan meja belajar, Pondok Pesantren Modern Asysyifa Balikpapan berupa perlengkapan kelas, dan Pondok Pesantren Al Husna Balikpapan berupa 10 unit komputer beserta meja perlengkapannya.

FESyar yang diselenggarakan di Balikpapan ini merupakan FESyar ketiga dari tiga rangkaian kegiatan FESyar menuju gelaran Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) 2018 di Surabaya yang akan dilaksanakan pada akhir 2018.

 


(AHL)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA