Mengenal Beda Bank Konvensional dan Syariah

Angga Bratadharma    •    Rabu, 28 Nov 2018 19:34 WIB
perbankanperbankan syariah
Mengenal Beda Bank Konvensional dan Syariah
ilustrasi - - Foto: Medcom.id

Kuningan: Bank konvensional dan bank syariah memiliki perbedaan cukup signifikan, baik dari sisi dasar hukum, target keuntungan, perhitungan keuntungan, maupun lembaga pengawasnya. Adapun bank syariah mengedepankan kebahagiaan dan kemakmuran antara nasabah dengan bank syariah.

Group Head Pawning Mandiri Syariah Mahendra Nusanto tidak menampik pada dasarnya antara bank syariah dan bank umum memiliki dasar yang sama yakni, sama-dama menyimpan dana nasabah dan nantinya disalurkan kepada masyarakat. Namun, tambahnya, bank syariah menekankan tidak hanya mencari keuntungan semata.

"Di bank syariah tidak hanya sekadar finansial tapi juga bicara kebahagiaan dan kemakmuran. Jadi menyentuh spiritual dan material nasabah," ungkapnya, dalam Media Training Mandiri Syariah di Kuningan, Jawa Barat, Rabu, 28 November 2018.

Adapun perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional, lanjutnya, yakni dasar hukum di bank konvensional adalah hukum positif seperti undang-undang. Sedangkan di bank syariah ditambah dengan hukum Al-Quran dan Al-Hadits. Sementara perhitungan keuntungan di bank konvensional berdasarkan sistem bunga.

"Kalau di bank syariah lebih atas dasar bagi hasil, marjin keuntungan, dan fee," tuturnya.

Sedangkan terkait suku bunga di konvensional terbilang tetap dan di bank syariah sistem imbal hasil tergantung dari kinerja usaha. Sementara itu, di bank konvensional tidak ada pengawas semacam dewan pengawas syariah dan di bank syariah terdapat dewan pengawas syariah.

"Kalau di bank syariah atau di kami (Mandiri Syariah) itu ada dewan pengawas syariah. Jadi kalau sudah melewati syariah kami akan diingatkan. Jadi kami ini diawasi," tukasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, prinsip dasar perbankan syariah adalah tercapainya kesejahteraan yang mencakup kebahagiaan dan kemakmuran. Sedangkan tiga pilar ekonomi syariah yakni, aktivitas ekonomi yang berkeadilan dengan menghindari eksploitasi berlebihan, keseimbangan pada seluruh aktivitas disektor riil dan finansial, bisnis dan sosial, dan lain-lain.

'"Serta perlindungan terhadap keselamatan kehidupan beragama, proses regenerasi, keselamatan jiwa, harta, dan akal," ujarnya.

Untuk diketahui, bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip-prinsp syariah Islam dengan landasan utama mengacu pada Al-Quran dan Al-Hadits. Dasar hukumnya yakni UU No 7 Tahun 1992, UU No 10 Tahun 1998 (amandemen), dan UU No 2 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.



(Des)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

16 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA