Tsunami di Selat Sunda

Pemulihan Hotel di Kawasan Tanjung Lesung Butuh 6 Bulan

Husen Miftahudin    •    Senin, 24 Dec 2018 17:31 WIB
kawasan industri jababekaTsunami di Selat Sunda
Pemulihan Hotel di Kawasan Tanjung Lesung Butuh 6 Bulan
?Pemulihan hotel di kawasan Tanjung Lesung butuh enam bulan. (FOTO: MI/Susanto)

Jakarta: Proses pemulihan bangunan dan hotel di kawasan Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten, diakui butuh waktu selama enam bulan. Sebanyak 30 persen bangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) rusak akibat terjangan tsunami Selat Sunda.

"Kalau mungkin semua sampai rapi dibangun ulang perlu enam bulan. Tapi kita terus bangun pelan-pelan," ujar Founder PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono dalam konferensi pers di Menara Batavia, Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta Selatan, Senin, 24 Desember 2018.

Pemulihan hotel dan bangunan diharapkan mampu mengundang wisatawan untuk kembali berkunjung ke kawasan Tanjung Lesung. Meski dalam waktu dekat, menurutnya, wisatawan masih enggan berkunjung ke Tanjung Lesung.

"Tidak bisa diharapkan pengunjung lama itu berani datang lagi untuk berapa saat. Apalagi (saat ini masih) musim hujan," beber dia.

Anak usaha Jababeka, PT Banten West Java Tourism Development (BWJ) sebelumnya telah memastikan untuk tetap mengoperasikan sejumlah hotel di kawasan Tanjung Lesung pada 1 Januari 2019. Darmono bilang, pengoperasian hotel lebih ditujukan kepada pengunjung yang berniat untuk meneliti kejadian tsunami yang diduga terjadi akibat gempa vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Kita masih cari pengunjung beda yang mau belajar mengenai gempa, menolong gempa, dan sebagainya," ungkapnya.

Akibat tsunami yang terjadi pada Sabtu malam, 22 Desember 2018, sebanyak 30 persen hotel dan bangunan milik BWJ rusak. Sementara 70 persen sisanya masih bisa dioperasikan.

"Yang 70 persennya tinggal dibersihkan, tinggal diperbaiki lagi. Tapi itu juga baru pandangan mata, belum dihitung secara detail," beber dia.

Adapun total kerugian yang dialami BWJ sebanyak Rp150 miliar. Namun demikian, ungkap Darmono, seluruh bangunan gedung milik BWJ sudah diasuransikan.

"Full cover asuransi kita perkirakan. Yang kita bisa klaim itu cukup bisa untuk membangun kembali," jelas dia.

Bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu malam, 22 Agustus 2018, meluluhlantakkan lima kabupaten/kota yang ada di wilayah Banten dan Lampung. Dua kabupaten di Banten yang terdampak tsunami yaitu Pandeglang dan Serang. Sementara di Lampung dampak tsunami dirasakan di Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin, 24 Agustus 2018, pukul 07.00 WIB, jumlah korban tewas akibat bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda bertambah menjadi 281 orang. Sementara 1.061 orang terluka, 57 orang masih dicari, dan 11.687 penduduk mengungsi.

"Kemungkinan data korban dan kerusakan bertambah. Pendataan masih terus dilakukan oleh petugas," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

 


(AHL)