KSPI: Jumlah TKA Ilegal Makin Meningkat

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 28 Apr 2017 17:52 WIB
tenaga kerja asing
KSPI: Jumlah TKA Ilegal Makin Meningkat
Presiden Konferensi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebutkan tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang bekerja sebagai buruh kasar di Indonesia semakin banyak. KSPI mencatat sampai dengan Maret 2017 jumlahnya mencapai 50 ribu orang.

"Di kita (KSPI) itu data TKA, di luar data pemerintah kira-kira mendekati angka 50 ribuan. Itu yang ilegal. Kalau dia legal datanya tentu masuk ke pemerintah," kata Presiden KSPI Said Iqbal usai konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta, Jumat 28 April 2017.

Said menyebutkan, kebanyakan para TKA ilegal tersebut masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata. TKA ilegal tersebut mulai merebut hak tenaga kerja lokal dalam memperoleh pekerjaan di sektor infrastruktur dan pertambangan.

"Paling banyak di sektor infrastruktur dan pertambangan. Lalu manufaktur, baja dan elektronik yang sifatnya perdagangan atau trading," ucap dia.




Berdasarkan lokasinya, Said mengungkapkan kebanyakan mereka bekerja di pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Dia menyebut, wilayah-wilayah tersebut sedang menjalankan banyak proyek.

Sementara untuk di Jabodetabek, Ia menyebutkan, ada beberapa perusahaan yang sudah pasti memperkerjakan TKA ilegal.

"Di Jakarta saja ada enam perusahaan baja itu TKA-nya 30 persen dari total karyawan. Ada empat di Tangerang, ada dua Karawang. Jumlah karyawan TKA Tiongkok terhadap total karyawan juga ada," sebut dia.

Tak jarang, kata Said, para TKA ilegal itu diberikan upah lebih besar dari pada tenaga kerja lokal. Ia mencontohkan di Pulogadung TKA ilegal bekerja sebagai buruh kasar digaji lebih besar dibandingkan dengan tenaga kerja lokal. Menurutya, bila ini terus dibiarkan maka mereka akan merebut hak tenaga kerja lokal.

"Di Pulogadung, untuk jenis pekerjaan yang sama TKA Tiongkok lebih mahal yang ilegal. Seperti supir forklift. supir forklift lokal dihargai upah Rp2,8 juta, yang ini (TKA ilegal) Rp10 juta karena dia pakai yuan. Ini kita temui. Ini sehingga orang lokal tidak bisa bekerja." beber dia.


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

4 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA