Mendag Berencana Stop Impor Pangan

   •    Selasa, 11 Jul 2017 09:58 WIB
pangan
Mendag Berencana Stop Impor Pangan
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. (FOTO: MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan ketergantungan impor pangan harus diatasi sesegera mungkin. Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Pertanian juga akan segera membuat peta jalan atau rencana kerja perdagangan komoditas pangan.

"Ke depan masih banyak persoalan yang harus diselesaikan. Ketergantungan kita dari impor harus diatasi," ucap Enggar di hadapan para pengusaha sektor pangan di Jakarta, Senin 10 Juli 2017.

Sayangnya, Mendag masih enggan menyebut jenis komoditas pangan yang akan dibatasi impornya. Di sisi lain, impor daging dirasa masih akan sulit untuk dihentikan lantaran produksi dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan.

Mendag juga mengatakan akan mempermudah pengusaha sektor pangan yang ingin berkembang. Mereka akan diikutsertakan dalam ekspansi pasar ke luar negeri lewat berbagai perjanjian kemitraan ekonomi.

"Usaha pangan adalah bisnis jangka panjang yang menjanjikan. Kembangkanlah usaha itu dan kami akan dorong ekspansinya," ucap Enggar.

Baca: Pemenuhan Pangan Masih Tergantung Impor

Ia menilai bisnis pangan harus berkembang untuk meningkatkan investasi dalam negeri. Dengan demikian, lapangan pekerjaan akan makin besar dan harga di dalam negeri bisa terkendali.

Mendag mencontohkan komoditas bawang putih yang dipandang sudah dikuasai beberapa pihak saja sehingga harga dapat dipermainkan. Pengusaha bawang putih juga banyak yang memakai perantara untuk mengimpor sehingga rantai distribusi makin panjang dan harga kian mahal.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurman menyatakan realisasi impor sapi indukan dan bakalan masih rendah. Penyebabnya, banyaknya daging impor yang dijual sehingga stok melimpah.

Padahal, impor sapi indukan diatur pemerintah untuk menambah produksi sapi di Indonesia. Perum Bulog sendiri sepanjang 2017 sudah memasukkan 70 ribu ton daging kerbau impor dari India.

Hingga saat ini, stok daging yang masih tersedia mencapai 27 ribu ton. Bulog juga masih mengantongi izin impor daging kerbau sebanyak 51 ribu ton hingga akhir tahun. Menurut rencana, 5.000 ton dari izin tersebut akan masuk dalam waktu dekat. (Media Indonesia)

 


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA