Harga Emas Masih Cenderung Fluktuatif di Semester Kedua

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 11 Jul 2017 15:22 WIB
emas
Harga Emas Masih Cenderung Fluktuatif di Semester Kedua
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rudi Mulya)

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Emas masih menjadi aset yang aman untuk berinvestasi. Meski begitu, harga emas masih akan cenderung bergejolak di semester kedua tahun ini.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, secara fundamental banyak sentimen negatif dari global yang dapat menekan harga emas.

"T‎ren harga emas bukan naik tapi fluktuatif. Koreksi ada tapi minim. Kemungkinan harga emas sekitar USD1.230-USD1.250 per ons di semester kedua," kata Ariston, ditemui di Sahid Sudirman Center, Jakarta, Selasa 11 Juli 2017.

Baca: Harga Emas Dunia Rebound

Dia mengaku, sentimen yang membuat harga emas tinggi, jika mata uang dolar AS (USD) mengalami peningkatan yang cukup signifikan. ‎Penguatan nilai tukar USD sendiri bergantung pada sentimen pengumuman kebijakan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan naik hingga akhir tahun ini.

"Ini kan banyak fundamental yang beri tekanan ke harga emas, karena USD yang kuat dan suku bunga kita tunggu nanti mungkin Desember nanti,‎" jelas Ariston.

Walaupun demikian, sambungnya, kenaikan suku bunga The Fed telah diantisipasi oleh pelaku pasar. Akhirnya, tekanan pada harga emas tidak akan terlalu dalam.

Baca: Harga Emas Antam Naik ke Rp590.000/Gram

"Emas kurang lebih sama dari tahun lalu. Karena kenaikan suku bunga sudah terdiskon dari tahun lalu," sebutnya.

Dia menambahkan, investasi emas masih cocok untuk dijadikan aset lindung nilai pada saat ekonomi negara mengalami krisis, dan terkena dampak dari sentimen global. "Masih tetap (cocok jadi aset investasi), The Fed karena dalam USD. Masih cocok jadi aset lindung nilai emas seperti krisis, brexit, hyperinflation. Semua pasti akan ke arah emas," pungkas dia.


(AHL)