Dewan Mengusulkan Revisi Inpres tentang Gabah

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 08 Aug 2017 12:26 WIB
berita dpr
Dewan Mengusulkan Revisi Inpres tentang Gabah
Petani saat pengeringan gabah hasil panen di Desa Karangsalam Kidul, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (2/3/2017). Foto: Liliek Dharmawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi meminta pemerintah merevisi Intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras. Revisi Inpres untuk menaikan harga gabah tingkat petani.
 
“Saat ini, untuk gabah kering panen harganya Rp3.700 per kilogram (kg), kemudian untuk beras medium Rp7.300 per kg. Ini perlu ada revisi atau kenaikan, untuk berapanya nanti pemerintah yang akan menilai kenaikan yang wajar,” kata Viva dalam keterangan tertulis, Selasa 8 Agustus 2017.
 
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyampaikan, revisi harus sesuai situasi dan pertumbuhan ekonomi. Revisi Inpres Nomor 5 Tahun 2015 tidak perlu selama harga dan pasokan stabil, serta petani tetap mendapatkan keuntungan.  

“Tapi ini karena sudah ada kenaikan bahan bakar minyak dan kenaikan harga yang lain, sebagian besar petani menginginkan ada kenaikan harga terhadap Inpres Nomor 5 Tahun 2015,” ujar Viva.
 
Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron berpendapat ada kekhawatiran jika HPP naik bisa mempengaruhi daya tarik terhadap harga di pasaran dan juga dapat menyebabkan inflasi.
 
“Komisi IV akan melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan semuanya di bawah koordinasi Menteri Perekonomian karena hal ini juga menyangkut persoalan multisektor,” tegasnya.
(TRK)