Terobosan BP Batam Merusak Dunia Usaha di Batam

   •    Selasa, 18 Apr 2017 19:11 WIB
investasi batam
Terobosan BP Batam Merusak Dunia Usaha di Batam
Illustrasi (ANTARA FOTO/ M N Kanwa).

Metrotvnews.com, Batam: Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun berpendapat, terobosan yang diusulkan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam)justru membuat perekonomian di kota itu semakin melemah.

"Terus terang saja, yang buat kisruh terobosannya," kata Gubernur Nurdin Basirun di Batam, Kepri, di kutip dari Antara, Selasa 18 April 2017.

Di antara terobosan BP Kawasan Batam adalah keluarnya Peraturan Menteri Keuangan 148 tahun 2016 yang menetapkan kenaikan sejumlah tarif jasa di pulau utama (Batam), termasuk sewa lahan atau uang wajib tahunan otorita.

Kebijakan yang diusulkan BP Kawasan itu membuat Batam tidak menarik lagi bagi dunia investasi, karena membutuhkan biaya yang besar. Citra Batam sebagai kawasan strategis, dan menguntungkan untuk investasi pun luntur akibat kebijakan itu.

"Kalau dunia usaha sudah terusik, mau mengembalikan lagi susah. Kalau merek sudah rusak, susah. Nah di Batam, merek itu sudah rusak," kata Gubernur.

Selain terobosan, ia menilai personal pimpinan BP Kawasan Batam yang baru juga tidak sesuai dengan semangat memajukan daerah.

Pimpinan BP Kawasan yang ditunjuk oleh pemerintah pusat, seakan menyepelekan pemerintah daerah, padahal pemprov dan pemkot yang paling mengetahui kondisi masyarakatnya.

Pemprov, pemkot dan DPRD tidak lagi dilibatkan atas semua kebijakan yang dibuat.

"Gubernur enggak ada 'kuku' lagi. Ini yang terjadi sebenarnya," kata Gubernur.

Ia mengakui, pimpinan BP Kawasan Batam yang semuanya berasal dari Jakarta merupakan orang-orang pintar dan pilihan. Namun, pintar saja tidak cukup, karena harus pandai berkomunikasi dan memiliki psikologi yang baik.

Meski tidak meminta agar pimpinan BP Kawasan Batam diganti, tetapi ia mengatakan, sebenarnya banyak putra-putri Kepri yang pintar dan dapat mengisi jabatan bergengsi itu.

"Di Kepri sendiri ada banyak yang doktor," kata dia dalam rapat yang juga dihadiri pimpinan BP Kawasan Batam.


(SAW)