Pemerintah Perlu Tingkatkan Target Pangan Jelang Bulan Puasa

   •    Rabu, 19 Apr 2017 19:44 WIB
pangan
Pemerintah Perlu Tingkatkan Target Pangan Jelang Bulan Puasa
Illustrasi. MI/Bagus Suryo.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah perlu meningkatkan target penanganan pangan menjelang datangnya bulan puasa hingga lebaran karena masih banyak yang perlu dibenahi. Hal ini dikatakan oleh Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin.

"Bukan hanya stabilisasi stok pangan, namun juga perlu adanya kestabilan harga di mana selama ini baik harga-harga terutama pangan selalu mengalami lonjakan," kata Andi Akmal Pasluddin dikutip dari Antara, Rabu 19 April 2017. 

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, target pemerintah dinilai baru pada tataran memberikan kecukupan akan ketersediaan pangan pada momen strategis tiap tahun pada bulan puasa. 

Akmal mengatakan Komisi IV DPR senantiasa mengingatkan kepada pemerintah untuk berupaya keras pada stabilisasi harga pangan, baik di tingkat pusat hingga ke daerah.

"Banyak daerah besar seperti DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar dan kota besar lainnya menyatakan kesiapan menghadapi stabilisasi stok pangan. 

Bahkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan menyatakan kesiapannya," tuturnya.

Namun, ujar dia, tidak ada satupun pernyataan pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang menyatakan siap menjamin harga yang sama ketika puasa dan Lebaran seperti pada bulan-bulan lain. Padahal, Akmal juga mengingatkan bahwa inflasi sangat rentan pada komoditas pangan.

Sebelumnya, tiga menteri yaitu Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi berkoordinasi menjaga ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, serta Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo menghadiri Apel Siaga Toko Tani Indonesia (TTI) untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Area Penggilingan Gapoktan Sri Tani, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (18/4).

"Kami berterima kasih penopang Jakarta adalah Karawang. Sedih kalau Jakarta harus beli jagung dari Amerika dan Argentina. Oleh karenanya kami minta Banten, Jawa Barat, Lampung, dan daerah perbatasan bisa menyelesaikan masalah pangan di Jakarta," kata Menteri Amran Sulaiman.

Amran juga secara simbolis meluncurkan pengiriman perdana 110 ton beras dari Jawa Barat dan Lampung ke TTI di Jabodetabek. Pasokan bahan pangan akan dilakukan terus-menerus oleh 406 Gapoktan. Bahan pangan yang didistribusikan tidak hanya beras, tetapi juga bawang merah dan cabai dari tujuh provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Lampung, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Barat ke 1.000 TTI di wilayah Jabodetabek.


(SAW)