LPS Turunkan Bunga Penjaminan Simpanan 25 Bps

Desi Angriani    •    Kamis, 14 Sep 2017 11:22 WIB
lps
LPS Turunkan Bunga Penjaminan Simpanan 25 Bps
Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah (tengah). (FOTO: MTVN/Desi Angriasi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan suku penjaminan (LPS rate) sebesar 25 bps yang mulai berlaku efektif sejak 15 September 2017 sampai dengan Januari 2018. Penurunan bunga tersebut tak berlaku pada simpanan dalam valuta asing tetap.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah menjelaskan, suku bunga penjaminan pada bank umum ditetapkan sebesar enam persen untuk simpanan dalam rupiah dan 0,75 persen untuk simpanan dalam valuta asing (valas). Sedangkan pada bank perkreditan rakyat (BPR) suku bunga penjaminan untuk simpanan rupiah ditetapkan sebesar 8,5 persen.

"LPS memutuskan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di Bank Umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat turun sebesar 25 bps," ujarnya dalam jumpa pers di Kantor LPS, Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis 14 September 2017.

Menurutnya, pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia dengan menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps dari 4,75 persen menjadi 4,50 persen menjadi pertimbangan LPS dalam menurunkan tingkat bunga penjaminan. Rata-rata suku bunga simpanan bank-bank yang dipantau oleh LPS mengalami penurunan sebesar 22 bps sejak awaI 2017.

"Evaluasi terhadap kondisi likuiditas saat ini dan prospek hingga tiga bulan ke depan menunjukkan bahwa likuiditas perbankan masih berada dalam posisi yang memadai," tutur dia.

LPS mengimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan.

"Bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan," tutup dia.

 


(AHL)