Larangan Gesek Ganda Bikin Konsumen Takut Berbelanja

Desi Angriani    •    Rabu, 13 Sep 2017 13:02 WIB
penggesekan ganda kartu
Larangan Gesek Ganda Bikin Konsumen Takut Berbelanja
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menemukan sejumlah kerugian setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan larangan gesek ganda atau double swipe kartu kredit dan debit dalam transaksi nontunai di semua merchant yang menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC).

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, kerugian muncul karena sosialisasi terkait aturan tersebut belum merata di seluruh ritel modern di Indonesia. Banyak konsumen yang akhirnya membatalkan transaksi karena mendapati kasir masih melakukan double swipe.

"Beberapa transaksi batal dilakukan di toko ritel di daerah karena ada yang baru menyesuaikan dan belum tersosialisasi dengan larangan gesek ganda," katanya di Cafe Trattoria, Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Selain membatalkan transaksi, Aprindo juga menerima laporan ada konsumen yang mengurungkan niatnya masuk ke toko setelah larangan gesek ganda viral di sosial media. Kejadian tersebut banyak terjadi di daerah lantaran minim sosialisasi dari perbankan.

Menurutnya larangan ini telah membuat masyarakat menjadi multitafsir dan menilai semua ritel modern melakukan double swipe. Padahal, kata Roy, ada 95 ribu ritel modern di Indonesia. Sementara pihaknya hanya bisa bertanggung jawab terhadap 35 ribu ritel modern yang tergabung di bawah Aprindo.

"Bahkan ada yang batal masuk ke toko, harusnya regulator terkait menunjukkan ritel mana yang lakukkan double swipe kalau sebut itu ritel sama saja menggerus kegiatan ritel itu sendiri," tuturnya.




Kendati demikian, Aprindo belum mencatat kerugian secara pasti dari larangan gesek ganda kartu kredit dan debit ini. Pihaknya meminta BI dan perbankan untuk melakukan sosialisasi secara menyeluruh agar konsumen tak takut berbelanja di ritel modern.

"Kita imbau transaksi dengan kartu kredit dan debit pada gerai atau toko anggota Aprindo aman, kita meminta regulator melakukan sosialisasi yang benar dan akurat sehingga tidak multitafsir," tutup dia.

Adapun pelarangan penggesekan ganda (double swipe) tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pencurian data dan informasi kartu. Pengaturan mengenai penggesekan ganda kartu nontunai sebenarnya telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

Pada Pasal 34 huruf b, Bank Indonesia melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran.


(AHL)