BI Nilai Ketersediaan Likuiditas di Bank Cukup

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 21 Apr 2017 07:18 WIB
perbankanbank indonesia
BI Nilai Ketersediaan Likuiditas di Bank Cukup
Bank Indonesia (MI/USMAN ISKANDAR)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai ketersediaan likuiditas bagi perbankan masih mencukupi. Dengan demikian bank sentral merasa belum bisa menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) sebagai langkah pelonggaran moneter untuk menyuntikan likuiditas bagi bank.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, operasi moneter di BI hingga pertengahan April mencapai Rp360 triliun. Adanya dana tersebut memungkinkan bank untuk bisa menyalurkan kredit lebih besar lagi sehingga mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Artinya itu uang bank yang idle yang belum disalurkan untuk kredit dan disimpan sementara di Bank Indonesia itu masih sekitar Rp360 triliun. Jadi segitu menurut BI itu masih cukup likuid untuk perbankan bisa beroperasi menyalurkan kredit," ujarnya, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 20 April 2017.

Sekadar diketahui, operasi moneter oleh BI dilakukan dalam rangka pengendalian moneter melalui operasi pasar terbuka dan standing facilities. Operasi pasar terbuka merupakan kegiatan transaksi di pasar uang yang dilakukan dalam rangka mengurangi volatilitas suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) overnight.

"Tiap hari kita ada operasi moneter, minggu-minggu sebelumnya itu kita lebih dari Rp400 triliun uang bank yang idle yang masuk di dalam operasi moneter bank Indonesia. Angka-angka awal minggu ini Rp360 triliun," jelas dia.

Dirinya menambahkan, pelonggaran GWM dinilai belum dibutuhkan. Sementara terkait tingginya Loan to Deposit (LDR) perbankan perlu dilihat lebih lanjut apakah dipengaruhi oleh kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang juga meningkat.

"Untuk saat ini belum, kami belum perlu turunkan GWM lagi (karena) masih likuid. Kalau diturunkan lagi kan bakal tambah jumlah uang beredar lagi itu dari sisi moneter. Kalau dia dari CAR-nya kalau di atas risk profile-nya di atas 14 persen itu LDR-nya bisa lebih tinggi dari itu kalau CAR-nya lebih tinggi," pungkasnya.


(ABD)

Menko Darmin Jamin Indonesia Tidak Tambah Utang
Bank Dunia Dorong Investasi

Menko Darmin Jamin Indonesia Tidak Tambah Utang

1 hour Ago

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dalam pidatonya berjanji bakal mengupayakan berbagai investasi…

BERITA LAINNYA