JK akan Memuluskan Inovasi Iptek yang Terhambat di Industri

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 11 Aug 2017 11:34 WIB
pertumbuhan industri
JK akan Memuluskan Inovasi Iptek yang Terhambat di Industri
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Makassar: Inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) diharapkan tidak hanya berhenti sampai pada tahap penelitian saja. Inovasi tersebut juga diharapkan bisa masuk dalam tahap industri sehingga bisa menjadi salah satu roda penggerak perekonomian nasional.

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengatakan masih banyak kendala yang dihadapi oleh para penghasil atau penemu inovasi (inventor) ketika memasuki tahap industri. Hal ini sudah ia sampaikan juga kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

"Masalah publikasi, supaya nanti penggiat iptek dan inovasi berkembang di Indonesia, saya sudah sampaikan ke Wapres. Semua inovasi akan coba dikoordinasikan sama Kemenko Kemaritiman dan dipimpin Wapres," ujar Nasir ditemui di Universitas Negeri Makassar pada Kamis malam 10 Agustus 2017.

Selain itu, Nasir mengakui bahwa Wapres JK juga telah menginstruksikan dirinya untuk melaporkan inovasi-inovasi apa saja yang sedang menghadapi kendala. Nantinya masalah tersebut akan dibahas bersama dengan Kementerian terkait.

"Inovasi yang dihasilkan oleh para invertor yang sudah masuk tahap industri dan nanti akan dikaitkan Kementerian mana, kebijakan regulasi mana yang menghambat. Nanti izn industri ya dengan Menperin, izin transportasi izin ke Menhub. Alat kesehatan dan vaksin ke Kemenkes. Masalah pangan ke Kementan, semacam itu. Koordinasi di bawah Wapres," jelasnya.

Oleh sebab itu, saat ini Nasir tengah mengelompokkan hasil inovasi yang mengalami hambatan untuk segera dikoordinasikan dengan Kementerian terkait. "Arahnya eksekusi kebijakan nanti melalui Wapres, suapaya bisa melaksanan dengan baik," ucapnya.

Teknologi Berikan Nilai Tambah

Pada saat membuka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2017, JK mengatakan teknologi memberikan nilai tambah pada suatu produk. Adanya nilai tambah itu dinilai memberikan kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

Menurutnya, teknologi dan nilai tambah merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. "Tidak ada kemajuan tanpa nilai tambah dan nilai tambah tidak mungkin tanpa teknologi, teknologi gak ada tanpa pendidikan dan riset," papar JK.

Pria asal Makassar itu menambahkan ada sebuah negara yang maju karena kekayaan sumber daya alamnya (SDA). Namun ada juga negara yang tidak memiliki kekayaan SDA tetapi bisa maju karena penguasaan teknologinya.

Baginya, Indonesia memiliki dua hal itu. Jika bisa dioptimalkan dengan baik maka Indonesia akan menjadi negara yang luar biasa maju dibanding negara-negara lainnya.


(AHL)