Kelangkaan Garam Tidak Ganggu Bisnis Indofood

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 09 Aug 2017 15:59 WIB
harga garam
Kelangkaan Garam Tidak Ganggu Bisnis Indofood
Illustrasi. ANT/Saiful Bahri.

Metrotvnews.com, Jakarta: Belakangan ini kebutuhan garam sangat langka di pasaran. Meski demikian, kejadian itu tidak terlalu berpengaruh bagi kinerja bisnis PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang bisnisnya memproduksi makanan.

Direktur Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang mengaku, kelangkaan garam yang terjadi di tanah Air tidak berdampak banyak bagi kinerja perusahaan. Di mengaku garam yang dibutuhkan Indofood merupakan garam untuk industri makanan yang harus aman dan mempunyai sertifikat khusus.

"Garam yang kami butuh itu harus aman, dan punya sertifikat sendiri," tutur Franky, ‎ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Selama ini, tutur Franky, garam yang dibutuhkan perusahaan untuk memproduksi makanan diperoleh dari impor, jadi tidak didapat dari Indonesia.‎

"Selama ini garam untuk industri tidak ada masalah dan kita dapat garam juga impor. Pokoknya, kita selalu ikut kebijakan pemerintah," papar Franky

Stok garam nasional langka di pasaran. Kelangkaan membuat pemerintah termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil tindakan.

KKP bersama kementerian dan lembaga lain melakukan rapat koordinasi agar bisa menanggulangi permasalahan kelangkaan garam. Tujuannya untuk memastikan ketersediaan garam konsumsi bagi masyarakat dengan tetap menjaga kesejahteraan petambak garam nasional.

Susi mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sudah meneken izin impor garam dengan total mencapai 75.000 ton untuk mengatasi kelangkaan garam.

"Kelangkaan garam ya impor. PT Garam sudah kita suruh impor. Ini urusan Pertamina bukan urusan garam. Ada pesanan kalian (ada pihak yang memblow up isu tersebut)," tegas Susi.

Menurutnya, kelangkaan garam terjadi karena karena hasil panen yang tidak mencukupi. Bila harga naik maka akan memberikan keuntungan bagi petani garam.

"Ya kelangkaan garam itu kan karena panen tidak baik, kalau harga naik untuk petani garam bagus itu kerja kita berarti baik dong," tutur dia.

Sementara itu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan, pihaknya dapat memberikan izin impor garam untuk kebutuhan industri melalui Permendag Nomor 125 Tahun 2015. Sementara untuk impor garam konsumsi harus mendapatkan restu Kementerian Kelautan dan Perikanan terlebih dahulu.

"Kata Ibu, KKP silakan impor dengan permendag karena KKP belum siap dengan aturan turunan. Rekomendasi impor itu hanya untuk garam industri kalau garam konsumsi masih harus lewat KKP," kata Enggar.


(SAW)