Tiga Komoditas Masuk Zona Defisit

Kautsar Widya Prabowo    •    Jumat, 11 May 2018 18:29 WIB
komoditas
Tiga Komoditas Masuk Zona Defisit
Ilustrasi penjual daging. (FOTO: Medcom.id)

Jakarta: Pemerintah mengungkapkan ada tiga pangan yang masuk dalam zona merah pada Mei-Juni yakni kedelai, daging sapi, dan gula pasir. Hal tersebut diprediksi karena permintaan yang lebih besar daripada produksi.

Berdasarkan perkiraan Mei hingga Juni 2018, komoditas daging sapi ditaksir membutuhkan 116,4 ribu ton namun jumlah produksi sebesar 75,4 ribu ton, sehingga kekurangan sebesar 41 ribu ton.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengatakan kekurangan tersebut diatasi dengan impor daging sapi dan kerbau hingga akhir tahun mencapai 42 ribu ton. Selain itu, Perum Bulog pun masih memiliki persediaan 35 ribu ton.

"Untuk daging sapi diberikan list merah karena produksi nasional baru 80 persen, namun ada impor sekitar 40 ribu ton pada 2018," ujarnya dalam Forum Merdeka Barat, di Gedung Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Jumat, 11 Mei 2018.

Dia menambahkan, untuk gula pasir diperkirakan membutuhkan 555,2 ribu ton, sedangkan produksi sebesar 529,4 ribu ton, sehingga kekurangan 25,8 ribu ton. Namun ia memperkirakan komoditas tersebut tidak akan mengalami defisit, lantaran pada Juni pemerintah akan melakukan pengilingan.

"Gula pasir Juni hingga September sudah memasuki musim gilingan, setiap bulan bisa menyerap 300 ribu, dan di Bulog sudah ada persediaan 400 ribu ton," tambahnya.

Sementara perkiraan kebutuhan kedelai mencapai 509,8 ribu ton, sedangkan perkiraan produksi hanya mencapai 212,7 ribu ton, sehingga kekurangan 297,1 ribu ton.

Namun sayangnya ia tidak menjelaskan secara detail bagaimana solusi dari defisit komoditas kedelai. Bahkan ketika dipenuhi dari persediaan awal tahun hanya berkurang -104,0 ribu ton.

Meski demikian, pihaknya menjamin persediaan pasokan pangan menjelang Ramadan 2018 terjaga. Hal tersebut berkat sinergi Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Perum Bulog, dan Stagas Pangan.

"Insyaallah sinergi antarkementerian ini berjalan seperti di 2017, saya jamin harga dan stabilitas pasokan akan aman," tutupnya.


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA