Ramadan-Lebaran 2018, Momentum Industri Ritel Panen Raya

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 12 Jun 2018 16:38 WIB
ritel
Ramadan-Lebaran 2018, Momentum Industri Ritel Panen Raya
Ilustrasi. (Foto: Antara/Agung).

Jakarta: Industri ritel diklaim meraup untung dalam momentum Ramadan dan Lebaran 2018. Untung tersebut otomatis meningkatkan daya beli masyarakat.

Corporate Communication GM Transmart Carrefour Satria Hamid mengakui adanya peningkatan konsumsi masyarakat sepanjang Ramadan dan Lebaran tahun ini. Bahkan, penjualan perusahaan naik lima kali lipat dari hari biasanya.

Satria mengatakan penjualan yang meningkat terjadi di toko-toko yang dimiliki Transmart, tidak hanya toko yang menjadi unggulan perusahaan.

"Setiap Ramadan, perusahaan membidik 30 persen dari total penjualan tiap tahunnya.‎ Ramadan panen raya. Jadi kita memanfaatkan momentum ini dengan semaksimal mungkin," jelas dia kepada Medcom.id, Selasa, 12 Juni 2018.

Head of Corporate Communication PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Fernando Repi mengatakan daya beli masyarakat sudah mulai membaik bila dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Peningkatan daya beli pun memberikan dampak bagi angka penjualan perusahaaan.

"Kita naik 25-30 persen. Itu angka belum final yah. Pokoknya bagus daya beli masyarakat. Ini saya rasa akibat efek THR swasta maupun THR bagi PNS. Ada juga gaji ke-13, ini bagian dari itu semua. Kita harapkan daya beli terus meningkat, bukan hanya di Ramadan dan Lebaran tahun ini saja," ujar Fernando Repi saat dihubungi Medcom.id.

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey‎ menargetkan kenaikan konsumsi ritel menjelang Lebaran tahun ini hingga 15-20 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar lima persen.

"Ada peningkatan konsumsi ritel 25-30 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya. Kalau tahunan 15-20 persen. Tahun lalu pas jelang Lebaran hanya lima persen. Jadi anggaran THR PNS dan swasta sangat berdampak besar bagi daya beli masyarakat," tutur Roy.

‎Roy berharap daya beli masyarakat bisa terus menerus mengalami peningkatan, tidak hanya saat momentum Ramadan dan Lebaran.

Adapun peningkatan daya beli ini banyak disumbang oleh sektor pangan yang mencapai 54-55 persen. Sedangkan sektor sandang mencapai 44-45 persen. "Dari kedua itu terlihat signifikan kenaikannya. Kita harapkan akan terus naik konsumsi masyarakat," pungkas dia.


(AHL)


Menkeu Bicara Kesuksesan Penyelenggaraan Pertemuan IMF-WB

Menkeu Bicara Kesuksesan Penyelenggaraan Pertemuan IMF-WB

2 hours Ago

Pertemuan tahunan IMF-World Bank Group 2018 telah resmi ditutup pada Minggu (14/10/2018). Acara…

BERITA LAINNYA