BI: Harga Properti di Triwulan II Tumbuh Melambat

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 09 Aug 2018 17:18 WIB
properti
BI: Harga Properti di Triwulan II Tumbuh Melambat
Properti. MI/Pius Erlangga.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) merilis perlambatan harga properti residensial di pasar primer terjadi pada kuartal II-2018. Hal ini terjadi karena Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal ini hanya tumbuh 0,76 persen (qtq), sedangkan pada kuartal sebelumnya tumbuh 1,42 persen (qtq).

Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia Gantiah Wuryandari mengatakan kenaikan harga properti disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja bangunan.

"Kalau kita lihat lagi perkembangannya, apa yang mendorong terjadi indeks pergerakan seperti itu, antara lain ada pergerakan segmen rumah tapak yang kecil, menengah, dan besar," kata Gantiah di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

Dari hasil survei pada kuartal II-2018 mencatat kenaikan harga tertinggi terdapat di daerah Medan dan Batam. Masing-masing sebesar tumbuh 2,49 persen dan 1,53 persen dari kuartal sebelumnya. "Jadi peningkatan yang signifikan itu terjadi di Batam dan Medan," ucap dia.

Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan penjualan properti residensial pada triwulan II-2018 adalah tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan masih adanya batasan Down Payment (DP) kredit rumah.

Bank Indonesia memprediksi kenaikan harga properti akan signifikan terjadi di kuartal III-2018. Pada saat itu kenaikan properti akan terjadi di semua wilayah Indonesia. Kenaikan petumbuhan harga properti terbesar diprediksi terjadi di Bandar Lampung yaitu tumbuh 3,10 persen dan Batam 2,5 persen dari kuartal sebelumnya.


(SAW)