Indonesia Butuh 25 Juta Pengusaha Bersaing di Era Global

Amaluddin    •    Minggu, 18 Sep 2016 17:23 WIB
wirausaha
Indonesia Butuh 25 Juta Pengusaha Bersaing di Era Global
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf . MTVN/ Amaluddin,

Metrotvnews.com, Surabaya: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mendorong lahirnya enterpreneur muda baru sebagai ujung tombak kemajuan perekonomian khususnya di Jatim. Sebab, sampai saat ini jumlah pengusaha muda hanya sekitar 1,1 persen dari total penduduk di Indonesia, karenanya untuk menjadi pemenang di era globalisasi jumlah tersebut harus ditingkatkan.

"Idealnya jumlah pengusaha ialah 10 persen dari total penduduk yang ada, jadi untuk Indonesia harusnya ada 25 juta pengusaha untuk menjadi pemenang di era global ini," kata Gus Ipul sapaan akrabnya, Minggu (18/9/2016).

Ia mengatakan, jika jumlah pengusaha muda tidak segera ditambah maka kemajuan ekonomi dan sosial akan sulit dicapai. Bahkan pengusaha asing bisa menguasai dunia usaha di Indonesia. 

"Jika tidak ada penambahan pengusaha muda baru maka pengusaha yang menang hanya itu-itu saja," imbuhnya.

Menurutnya, penambahan pengusaha muda baru ini sesuai dengan program pemerintah yakni menggalakkan dunia UMKM. Namun demikian untuk menjadi pengusaha besar usaha yang dilakukan cukup berat dan butuh dukungan dari semua pihak. 

"Pemerintah juga terus mendorong pengembangan usaha kecil atau menengah agar bisa memiliki daya saing," tegasnya. 

Saat ini, Jatim memiliki 6,81 juta pengusaha (UMKM) dengan rincian 95,71 persen atau 6,50 juta usaha mikro, sebanyak 250 ribu atau 3,84 persen usaha kecil, dan 0,45 persen atau 50 ribu usaha menengah. Dari jumlah tersebut, kata Gus Ipul, sekitar 1.700 sudah berorientasi di pasar ekspor, dan keberadaan UMKM mampu menyerap tenaga kerja sebesar 11,12 juta orang.

Menurutnya, kehebatan UMKM sudah teruji pada saat krisis melanda Jatim beberapa tahun lalu. Banyak industri skala besar kesulitan dalam menyelamatkan diri dari terpaan krisis. Sedangkan UMKM yang jumlahnya ribuan di Jatim sangat kuat dan tangguh.

Buktinya, Sumbangan UMKM pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim mencapai Rp900 triliun mulai Januari hingga Agustus 2016. Jumlah itu lebih besar dibanding Januari hingga Oktober 2015, yakni sebesar Rp1.100 triliun.

Tahun ini, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran untuk pengembangan UMKM sekitar Rp100 miliar. Hingga Agustus 2016, dana tersebut sudah terserap sekitar 80 persen.



(SAW)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA