BNI Taksir Kredit Semester I Tumbuh 17%

Eko Nordiansyah    •    Senin, 19 Jun 2017 14:36 WIB
bni
BNI Taksir Kredit Semester I Tumbuh 17%
BNI (ANT/Yudhi Mahatma).

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyebutkan jika pertumbuhan kredit untuk semester I sekira 17 persen secara year on year (yoy). Namun jika dirinci sejak awal tahun atau secara year to date (ytd) maka kredit diprediksi tumbuh lebih rendah daripada perkiraan tersebut.

"Karena ada beberapa debitur besar kita yang mereka menurunkan kreditnya," kata Direktur Utama BNI Achmad Baiquni ditemui usai Pelepasan Mudik Gratis bareng BUMN, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Senin 19 Juni 2017.

Sementara itu, BNI meyakini jika Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) akan mengalami penurunan. Hal ini, kata dia, disebabkan oleh semakin turunnya kebutuhan pencadangan yang telah dilakukan bank plat merah tersebut sejak akhir tahun lalu.

"Rasanya ke depan (BOPO) kita akan turun, kan waktu itu naik karena kita membentuk pencadangan. Sekarang kan sudah terbentuk, sehingga kebutuhannya enggak banyak lagi dan kecenderungannya (BOPO) akan turun ke depan," jelas dia.

Dirinya menambahkan, saat ini BOPO di BNI berada di level sekira 70 persen. Sementara hingga akhir tahun nanti diharapkan rasio BOPO akan berada di sekitar itu, atau diharapkan bisa lebih rendah daripada angka tersebut.

Sekadar diketahui, BNI menyalurkan kredit sebesar Rp396,52 triliun sepanjang kuartal I-2017. Dengan penyaluran ini maka pertumbuhan kredit perseroan tercatat mencapai 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).

Sedangkan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 19,8 persen yaitu dari Rp371,56 triliun menjadi Rp445,05 triliun pada Kuartal I 2017. Dari total DPK tersebut komposisinya masih didominasi komponen dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 58,5 persen.


(SAW)