Mayoritas BUM-Des Butuh Pembinaan

   •    Selasa, 18 Apr 2017 10:49 WIB
bumdes
Mayoritas BUM-Des Butuh Pembinaan
Ilustrasi pedesaan. (FOTO: ANTARA/Siswowidodo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pertumbuhan badan usaha milik desa (BUM-Des) mengalami peningkatan pesat, dari awalnya hanya 2.000-an menjadi 18.000-an pada tahun ini. Sayangnya, hanya sekitar 4.000 di antaranya yang sudah berhasil menjaring laba.

"Kendala utamanya ialah SDM. Kita tidak usah bicara di Jawa. Di desa luar Jawa, banyak kepala desa hanya lulusan SD," sebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, saat berkunjung ke kantor Media Group, Jakarta, Senin 17 April.

Terkait dengan hal itu, Kementerian Desa PDTT telah melakukan upaya terus memaksimalkan BUM-Des di setiap daerah. Saat ini pihaknya dibantu sejumlah pihak, di antaranya bank.

Baca: Pemerintah akan Bentuk Perusahaan Induk BUMN Desa di 2017

Salah satunya ialah BNI, yang melakukan pelatihan bagi 1.500 BUM-Des per tahun. Namun, tentu saja kerja sama dengan satu bank itu dinilai belum cukup.

"Jumlah desa hampir 75 ribu. Kalau satu tahun hanya 1.500 yang dilatih, berapa puluh tahun waktu yang dibutuhkan. Makanya kita buat holding (induk), tujuannya akselerasi sehingga setiap desa mendapatkan pendampingan," kata Eko.

Menurut Eko, pembentukan holding sudah jadi. Pihaknya sudah membuat proyek percontohan di lima provinsi di Jawa, yakni Jatim dengan BRI, Jateng dan DI Yogyakarta dengan BNI, Jabar dengan Bank Mandiri, dan Banten dengan BTN.

Baca: Kemendes Yakin BUMDes Menghidupkan Ekonomi Perdesaan

Dia juga mengungkapkan bahwa baru saja pihaknya meresmikan 125 BUM-Des di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar). Peresmian itu merupakan wujud percepatan pembangunan desa dan pemerataan kesejahteraan di daerah.

"Hari ini sudah dimulai. Tadi dikatakan BUM-Des di sini sudah ada yang untungnya mencapai Rp176 juta. Kita harapkan BUM-Des ini membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Halmahera Barat," kata dia.

Eko juga mendorong masyarakat Halbar untuk memanfaatkan potensi keindahan laut di daerah itu.

Ia meminta BUM-Des menyediakan alat untuk snorkeling dan kamera bawah air untuk memancing minat masyarakat agar bisa mengenali keindahan bawah laut Halbar. (Media Indonesia)

 


(AHL)