PRIOQ Klik, Aplikasi Layanan Cepat Karantina Pertanian

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 19 Apr 2017 18:08 WIB
dwelling time
PRIOQ Klik, Aplikasi Layanan Cepat Karantina Pertanian
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok mengenalkan aplikasi terobosan mempercepat layanan karantina pertanian di Pelabuhan Tanjung Priok.

Layanan berbasis website ini ditujukan untuk transparansi pelayanan publik di Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), hal ini didasari oleh semangat untuk menjadi salah satu unit kerja pendukung menurunkan dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok.

"Aplikasi PRIOQ KLIK juga diharapkan dapat menjadikan Karantina Pertanian Tanjung Priok menjadi salah satu Unit Pelaksana Teknis lingkup Kementerian Pertanian terbaik," ujar Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Purwo Widiarto, dalam keterangan tertulisnya, Rabu 19 April 2017.

Baca: Kementan Lakukan Inovasi untuk Percepat Dwelling Time

Menurut Purwo, kriteria atribut karantina kelas dunia mengusung tiga strategi utama yaitu Biosecurity Continuum, Cyber IT, serta Riset dan Teknologi. Dia menjelaskan bahwa melalui aplikasi ini, pengguna jasa dapat melakukan monitor layanan proses dokumen karantina secara real time menggunakan gawai.

"Inovasi yang dilakukan oleh PRIOQ KLIK adalah dalam hal transparansi, yang sebelumnya belum transparan menjadi transparan. Ada dua manfaat utama yang langsung dirasakan masyarakat yakni mencegah pungli, menghindari tatap muka dalam hal penelusuran dokumen," tuturnya.

Kemudian yang kedua adalah efisien, di mana pemilik bisa memonitor langsung secara mudah, cepat, dan jelas tanpa harus menggunakan jasa perantara. Saat ini PRIOQ KLIK masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Terbaik 2017 oleh Kemenpan RB dari 3.054 inovasi yang diusulkan dari K/L/D/BUMN, dan saat ini sedang mengikuti penyaringan untuk menjadi Top 40.

Baca: Badan Karantina Kementan Menyerap APBN 2016 Paling Banyak

"Pengguna PRIOQ KLIK semenjak dirilis pada Desember 2016 sampai sekarang telah tumbuh menjadi 1.000 pengguna per hari," ujar dia.

Dia mengklaim, sebelum ada PRIOQ KLIK dan tidak ada transparansi, komplain konfirmasi proses secara manual/by phone sering terjadi. Saat ini, nol komplain untuk per-hari nya.

"Terobosan ini terus memiliki keberlanjutan pada 2018, setelah 2017 ini transparansi proses dokumen. Ke depan ditargetkan milestone berikutnya adalah transparansi fisik komoditi. Tidak saja Karantina Pertanian Priok, namun juga jajaran Karantina Pertanian di seluruh Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik dalam berbagai aspek inovasi pelayanan publik," pungkasnya.


(AHL)