BKPM Gandeng Sinosure untuk Tarik Investor dari Tiongkok

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 18 Apr 2017 17:59 WIB
bkpm
BKPM Gandeng Sinosure untuk Tarik Investor dari Tiongkok
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan China Export and Credit Insurance Corporation (Sinosure). MTVN/Eko Nordiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan China Export and Credit Insurance Corporation (Sinosure) untuk mempromosikan peluang investasi di Indonesia khususnya kepada dunia usaha Tiongkok.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis bersama dengan Vice President Sinosure, Zha Weimin di Kantor BKPM, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selasa 18 April 2017.

"Jadi mereka kasih pinjaman untuk trading dan juga untuk Foreign Direct Investment (FDI). Jadi BKPM dan Sinosure bekerja sama untuk memberikan informasi tatap muka dengan klien mereka yang berminat investasi di Indonesia," ujar Azhar.

Saat ini Sinosure yang merupakan BUMN Tiongkok telah mendukung kegiatan ekspor dan investasi senilai USD9,5 miliar dari Tiongkok ke Indonesia. Dari fasilitas pinjaman itu, USD5,4 miliar di antaranya adalah untuk proyek-proyek pembangkit listrik, pertambangan, telekomunikasi transportasi, pertanian, dan real estate.

BKPM berharap jika kerja sama ini bisa mendatangkan calon investor potensial. Selain itu, BKPM dan Sinosure akan mengadakan pertemuan dengan nasabah baik yang sudah berinvestasi di Indonesia maupun yang belum berinvestasi di Indonesia.

Dirinya menambahkan, Tiongkok merupakan investor yang potensial untuk berinvestasi di Indonesia. Pada 2016 realisasi investasi dari Tiongkok tercatat mencapai USD2,6 miliar atau meningkat dari USD628 juta pada tahun sebelumnya.

"Jadi ini ini naik hampir tiga kali lipat, yang semula peringkat ke-9 menjadi peringkat tiga setelah Singapura dan Jepang. Jadi dengan adanya kerja sama ini sangat kita harapkan terjadi peningkatan lagi," pungkasnya.


(SAW)