Menggenjot Ekspor Produk Perabot ke Arab Saudi

Ilham wibowo    •    Selasa, 16 Oct 2018 17:15 WIB
ekspor-impor
Menggenjot Ekspor Produk Perabot ke Arab Saudi
Ilustrasi furnitur. (FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya)

Jakarta: Ekspor produk peralatan rumah tangga Indonesia diupayakan meningkat melalui pertemuan bisnis dengan importir Arab Saudi. Produk dari Tanah Air dinilai perlu dilakukan kampanye penawaran lantaran kualitas dan harga yang bersaing.

Upaya peningkatan ekspor ini dilakukan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Pertemuan telah dilakukan dengan Bassura For Home Supplies Co Ltd  di kantor Bassura, Pusat Bisnis Handawiyah, Jeddah, Arab Saudi pada 19 September 2018.

"Kunjungan ini bertujuan terus memperkenalkan produk Indonesia serta menjalin komunikasi yang intensif antara para importir Arab Saudi dengan produsen Indonesia," kata KJRI Jeddah M Hery Saripudin melalui keterangan resmi, Selasa, 16 Oktober 2018.

Bassura merupakan perusahaan importir yang juga berperan sebagai distributor dan ritel untuk produk balok kaca, perlengkapan dapur, dan perlengkapan rumah tangga. Sejak 1980, Bassura telah menjalin hubungan dengan PT Kedaung Indonesia dan beberapa perusahaan lainnya serta telah mengimpor produk rumah tangga lebih dari USD30 juta.

Berdasarkan data statistik perdagangan, hingga Juni 2018, nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi untuk produk tersebut tercatat mencapai USD13,804 juta. Nilai itu belum cukup baik dibandingkan 2015 yang mendapat transaksi senilai USD32,119 juta dan 2014 sejumlah USD37,205 juta.

Kepala ITPC Jeddah Gunawan mengatakan nilai impor yang terus menerus terjadi karena Bassura mengalami kesulitan untuk mendapatkan produk kualitas yang baik dan harga yang kompetitif. ITPC Jeddah dan KJRI Jedddah pun memperkenalkan langsung produsen atau eksportir ke Bassura agar peralatan rumah tangga Indonesia mampu bersaing kembali di pasar Arab Saudi.

"Bassura tetap berkomitmen untuk mengimpor produk-produk Indonesia. Hingga Juni 2018, Bassura telah merealisasikan impor produk Indonesia dengan nilai transaksi sebesar USD5 juta," papar Gunawan.

Selain itu, untuk tetap menjaga hubungan baik, Bassura juga melakukan investasi terhadap pengembangan lokasi wisata dengan luas tanah seluas 100 hektare di Foresh Hill Eco Cottage and Village, Lombok. Pertemuan bisnis juga bakal terjalin dalam gelaran Trade Expo Indonesia 2018 pada 24-28 Oktober 2018 di ICE, BSD City, Tangerang.

"ITPC Jeddah akan memfasilitasi pertemuan Bassura dengan eksportir produsen peralatan rumah tangga dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) saat melakukan kunjungan di TEI ini," pungkas Gunawan.


(AHL)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

6 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA