OJK Ingin Ada Bank Umum Syariah BUKU IV

Nia Deviyana    •    Selasa, 11 Dec 2018 07:17 WIB
ojkperbankan syariah
OJK Ingin Ada Bank Umum Syariah BUKU IV
Ilustrasi OJK (MI/RAMDANI)

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan seluruh Unit Usaha Syariah (UUS) melakukan aksi spin off atau pelepasan dengan induk usaha dan menjadi Bank Umum Syariah (BUS) paling lambat 2023. Bahkan, OJK berharap ada BUS yang bisa menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV.

"Kami ingin ada BUS BUKU IV. Jadi setara dengan bank konvensional baik dari segi produk, kapasitas IT, SDM, maupun risk manajemen. Enggak sekadar jadi BUS, tapi juga jadi bank besar," kata Wakil Komisaris Pengawasan Terpadu dan Peraturan Otoritas Pelayanan Keuangan OJK Imansyah, di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Desember 2018.

Untuk menjadi BUKU IV, lanjut Imansyah, BUS harus memiliki modal inti di atas Rp30 triliun. Dalam hal ini, OJK akan melakukan pengawasan pada UUS yang mengajukan diri menjadi BUS dengan melakukan penilaian pada struktur permodalan

"Pengawas juga akan melihat dari sisi organik apakah mereka mampu memupuk modal dari bisnis, atau ada komitmen dari induk untuk suntik modal. Sehingga dari sisi kapasitas mereka enggak sekadar spin off," tambah Imansyah, usai menghadiri seminar bertajuk "Indonesia Shariah Economic Outlook 2019" di Auditorium Al-Azhar, Jakarta.

Sementara Bank Syariah Mandiri yang saat ini berada di kategori BUKU III menganggap untuk menjadi BUKU IV bukan perkara mudah. "Rasanya tidak cukup kalau melihat pertumbuhan organik. Kita sekarang modalnya Rp7 triliun-Rp8 triliun," ujar Head of Enterprise Risk Management BSM Fanny Fansyuri, pada kesempatan yang sama.

Seadngkan CIMB Niaga Syariah, belum lama ini mengungkapkan rencananya untuk spin off pada 2023. Namun, target mereka ke depan sebatas menjadi BUKU III.  "Saya maunya CIMB Niaga Syariah jadi BUKU III karena induknya (CIMB Niaga) itu BUKU IV," ujar Direktur Bank CIMB Niaga Syariah Pandji P Djajanegara, belum lama ini.

Pandji menuturkan perbedaan BUKU III dan BUKU IV terletak pada pelayanan di mana BUKU IV bisa melakukan transaksi di luar negeri. "Kalau (CIMB Niaga) syariah enggak perlu, saya sudah cukup jadi BUKU III," pungkas dia.


(ABD)