Sepanjang Februari Impor Indonesia Capai USD11,26 Miliar

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 15 Mar 2017 17:00 WIB
imporneraca perdagangan indonesia
Sepanjang Februari Impor Indonesia Capai USD11,26 Miliar
Kepala BPS Suhariyanto. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia per Februari 2017 mencapai USD11,26 miliar atau naik 10,61 persen dibanding Februari tahun lalu.

Namun dibanding Januari sebelumnya ada penurunan 5,96 persen. Penurunan impor lebih disebabkan oleh sektor non migas yang turun 12,93 persen dari USD10,14 miliar di Januari menjadi USD8,83 miliar.

Sedangkan impor migas alami kenaikan 32,71 persen dari USD1,83 miliar di Januari menjadi USD2,43 miliar. Berdasarkan volume juga ada kenaikan 29,9 persen.

"Ini menunjukkan adanya pergerakan kenaikan harga minyak," kata Kepala BPS Suhariyanto, di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu 15 Maret 2017.




Secara kumulatif Januari-Februari, impor alami kenaikan 12,51 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dari USD20,64 miliar menjadi USD23,22 miliar.

Dari kumulasi tersebut, dia mengatak untuk barang konsumsi mengalami penurunan 13,19 persen dari USD2,17 miliar menjadi USD1,88 miliar. Sementara impor bahan baku atau penolong alami pelonjakan 19,19 persen dari USD14,87 miliar jadi USD17,73 miliar serta barang modal naik tipis 0,34 persen dari USD3,60 miliar menjadi USD3,62 miliar.

Namun demikian, Suhariyanto mengatakan, penurunan barang konsumsi bukan mengindikasikan menurunnya daya beli masyarakat.

Baca: Dua Faktor Pendorong Surplus Neraca Perdagangan Versi BI

"Kayaknya enggak, konsumsi kita masih bagus. Bukan karena permintaannya turun, tapi karena jenis barangnya," ujar Suhariyanto.

Berdasarkan asalnya, impor Indonesia masih didominasi oleh barang dari Tiongkok senilai USD4,87 miliar, disusul Jepang USD2,15 miliar dan Thailand USD1,38 miliar.

"Komponen impor ini beda-beda. Kalau dari Tiongkok, itu mainly komponen HP, notebook. Dari Jepang, sparepart automotif. Sementara Thailand raw fined sugar dan komponen mobil," jelas dia.


(AHL)