Pandawa Group Pastikan tak Ada Cabang Selain Depok

Eko Nordiansyah    •    Senin, 28 Nov 2016 20:11 WIB
pandawa group
Pandawa Group Pastikan tak Ada Cabang Selain Depok
Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L Tobing di Gedung OJK, (kiri). MTVN/Eko Nordiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pendiri Pandawa Group Depok Salman Nuryanto memastikan jika perusahaannya tak memiliki cabang investasi di daerah lain.

Hal ini ditegaskannya usai diperiksa oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi.

"Enggak ada cabang (Pandawa Group) di mana-mana, makanya kalau kita dengar info ada cabang di Solo atau di daerah lainnya itu kita pastikan ada pihak lain," kata Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L Tobing di Gedung OJK, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Dirinya menambahkan, bagi masyarakat di manapun yang merasa dirugikan dengan iming-iming investasi ilegal Pandawa Group di daerah lain, maka bisnis itu bukan di bawah pimpinan Nuryanto. Untuk itu, Tongam meminta masyarakat agar melaporkannya kepada polisi.

Sementara itu, terkait tidak dicabutnya usaha Kredit Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Grup. Hal ini,kata dia, karena izin usaha ini berada di bawah koordinasi Kementerian Koperasi dan UKM yang telah diperoleh pada 2015.

"Kalau ada masyarakat yang mengatakan 10 persen dialihkan ke koperasi itu tidak, karena berdasarkan informasi Kemenkop UKM tidak ada kegiatan KSP saat ini yang menghimpun dana dengan bunga 10 persen. Sehingga kalau ada masyarakat yang merasa dirugikan bisa melapor ke polisi," jelas dia.

Kuasa Hukum Nuryanto, Andi Samsul Bahri menambahkan, kegiatan penghimpunan dan masyarakat sebenarnya tidak ada. Oleh sebab itu, jika Pandawa Group saat ini telah menghentikan anjuran OJK maka pihak lain yang mengatasnamakan institusi tersebut maka bukan dilakukan Nuryanto.

"Dari kita dulu sebenarnya bukan bunga, bagi hasil, itu lah yang dilarang OJK. Kami menurut. Orang yang nitip-nitip itu akhirnya dikembalikan agar tidak berbentran dengan hukum dan Pak Nuryanto terkena pidana," kata Andi.


(SAW)