LLP-KUKM Kemenkop Gandeng Pebisnis Pemula

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 13 Mar 2017 13:31 WIB
startup
LLP-KUKM Kemenkop Gandeng Pebisnis Pemula
Dirut LLP-KUKM Ahmad Zabadi saat melihat produk terbaru di Rumah Desain, Gedung SMESCO Indonesia. (Foto: dokumentasi Kemenkop)

Metrotvnews.com, Jakarta: Munculnya sejumlah pebisnis pemula atau kerap disebut start up menandakan perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) semakin berkembang. Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan berani memasarkan produknya di kancah global.

Menilik peluang itu, Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kemenkop dan UKM menggandeng start up dengan menggelar Wonderful Start-Up Academy (WSA) yang sudah 'beredar' sejak Januari lalu.

LLP-KUKM menggelar kelas mentoring tersebut dengan mambahas program inkubasi start up di bidang tourism di Co-Working Space Galeri Indonesia WOW (GIW), Gedung SME Tower SMESCO Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi mengatakan, program WSA diikuti sekitar 60 start up yang terpilih dan diikutsertakan dalam program mentoring. Di setiap sesi, para start up mendapatkan pelatihan dari narasumber yang kompeten. Di antaranya, Wisnu Dewobroto (Head of Trisakti University Business Incubator) dan Johanes Adi Purnama Putra (Manager Incubator Management Telkom).

"Geliat start up sangat besar. Karenanya banyak bermunculan para pelaku UKM yang siap ekspose di pasar domestik. Kami membantu mengemas bagaimana strategi memasarkan produk agar bisa bersaing dan menembus pasar domestik. Salah satunya lewat program WSA," ujar Zabadi, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin 13 Maret 2017.

LLP-KUKM akan terus membantu mempromosikan dan memasarkan produk yang siap dipasarkan ke global. Produk yang dihasilkan UKM di Indonesia harus berani bersaing dalam pemasaran dan promosi. Karena itu, program WSA diharapkan menjadi terobosan baru untuk membimbing start up menghadirkan produk terbaik yang bisa dipasarkan dan dipromosikan lebih luas.

Head of Trisakti University Wisnu Dewobroto, yang memberikan materi customer validation, memfokuskan tentang pentingnya membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan customer. "Produk boleh sama, tetapi value yang diberikan harus berbeda. Value adalah sesuatu yang memang dibuat untuk customer, yaitu solusi yang kena banget," ujarnya.

Wisnu menambahkan, potensi gagal bagi start up adalah hal yang tak bisa dihindari. Namun, start up akan sukses jika menerima feedback dari customer serta menghindari banyaknya asumsi.

"Asumsi itu ya risiko. Jika terlalu banyak berasumsi dalam customer validation, kegagalan dalam bisnis akan semakin besar. Karena itu, yang paling penting adalah validated ideas atau business plan," jelas dia.

Sementara itu, Manager Incubator Management Telkom Johannes Adi Purnama Putra menyampaikan bahwa customer validation merupakan fondasi kuat bagi start up. Produk yang dibuat harus memecahkan permasalahan yang ada. Johannes meminta para start up untuk melakukan validasi ulang supaya bisa memastikan kekuatan fondasi.

Wonderful Start-Up Academy merupakan sebuah inkubasi start up dan program percepatan yang fokus bergerak di bidang tourism. WSA merupakan program yang dijalankan oleh International Council for Small Business (ICSB) Indonesia. Program ini didukung penuh dua kementerian, yakni Kementerian Koperasi dan UKM (KUKM) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA