Pemerintah Impor 500 Ribu Ton Beras Akhir Januari

Desi Angriani    •    Kamis, 11 Jan 2018 22:18 WIB
impor beras
Pemerintah Impor 500 Ribu Ton Beras Akhir Januari
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berdialog dengan pedagang saat memantau harga pangan di Pasar Kosambi, Kota Bandung. MI/Bayu Anggoro.

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) memutuskan melakukan impor 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand pada akhir Januari. Pembukaan keran impor beras dilakukan untuk menutup kekurangan pasokan beras sekaligus menjaga lonjakan harga beras di pasaran.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita tidak ingin mengambil risiko atas minimnya pasokan beras khusus dalam negeri.

"Kita impor beras khusus 500 ribu ton dari berbagai negara, seperti Vietnam dan Thailand," kata Enggar dalam sebuah jumpa pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis malam, 11 Januari 2018.

Enggar menuturkan, beras yang bakal diimpor adalah beras kualitas khusus yang tidak sama dengan IR64 atau yang tidak diproduksi dalam negeri. Jenis beras tersebut memiliki spesifikasi bulir patah di bawah lima persen.

"Kualitasnya bukan masuk kategori IR64 seperti beras yasmin, kadar pecah di bawah lima persen," imbuh Mendag.

Meski beras khusus, Enggar memastikan akan menjual beras impor tersebut dengan harga yang sama dengan jenis beras medium. Ribuan ton beras khusus ini dipastikan masuk akhir Januari agar tidak mengganggu petani saat musim panen tiba di Februari 2018.

"Kita jual dengan harga medium kita tak ingin mengambil risiko dan ada pertentangan karena petani juga adalah konsumen membeli beras dan tidak boleh ada terjadi kekosongan pasokan," pungkas dia.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga rata-rata beras kualitas medium pada Minggu, 7 Januari 2018, sebesar Rp11.041 per kg. Sementara pada Senin, 8 Januari 2018, mengalami kenaikan menjadi Rp11.131 per kg.

Sedangkan berdasar data dari Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), dalam satu pekan terakhir harga beras jenis IR-64 II berkisar dari Rp11.100 sampai Rp11.675 per kg. Sedangkan untuk jenis IR-64 III berkisar dari Rp7.800 sampai Rp8.800 per kg.

Adapun impor beras akan dilakukan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI/Persero).


(DRI)