Bekraf Kembali Gandeng BPS Susun Data Ekonomi Kreatif

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 10 Jan 2018 12:02 WIB
bpsekonomi kreatifbadan ekonomi kreatifbekraf
Bekraf Kembali Gandeng BPS Susun Data Ekonomi Kreatif
Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. (FOTO: MI/Adam Dwi)

Jakarta: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menyusun data ekonomi kreatif. Kerja sama yang dilakukan sejak 2017 tersebut dilakukan untuk mengukur kinerja sektor ekonomi kreatif di tahun sebelumnya.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengungkapkan kerja sama ini dilakukan demi menjaga kesinambungan serta memperkaya data ekonomi kreatif Indonesia.

"Data statistik ekonomi kreatif diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan strategis pengembangan ekonomi kreatif Indonesia, dan sekaligus sebagai tolak ukur efektivitas dari program-program strategis yang sudah dilakukan Bekraf," ujar Triawan, dalam siaran persnya, Rabu, 10 Januari 2018.

Triawan mengatakan hasil pengukuran data statistik menunjukkan bahwa kinerja ekonomi kreatif Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan sepanjang tahun sebelumnya.

Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif pada 2016 naik mencapai Rp922,58 triliun dengan nilai kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 7,44 persen, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp852,56 triliun atau 7,38 persen terhadap PDB nasional.


Sumber: Badan Ekonomi Kreatif

Angka ini juga diiringi dengan pesatnya laju pertumbuhan ekonomi kreatif sebesar 4,95 persen di 2016 dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 4,41 persen.

Kenaikan juga terjadi di aspek tenaga kerja. Aktivitas pada sektor ekonomi kreatif 2016 mampu menyerap tenaga kerja hingga mencapai 16,91 juta orang (14,28 persen terhadap TK Nasional) atau tumbuh 5,95 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 15,9 juta orang (13,9 persen terhadap TK Nasional) dengan pertumbuhan sekitar 5,22 persen.
 
Ekonomi kreatif juga memberikan sumbangan devisa yang signifikan bagi Negara. Nilai ekspor ekonomi kreatif di 2016 naik menjadi USD19,98 miliar atau lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar USD19,36 miliar.


Sumber: Badan Ekonomi Kreatif

"Dengan naiknya nilai kontribusi ini, kami optimistis ke depan ekonomi kreatif dapat berkembang lebih maju lagi seiring membaiknya ekosistem ekonomi kreatif Indonesia," tutur dia.

Menurut Triawan hal ini sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

Kerja sama ini merupakan kali kedua Bekraf berkolaborasi dengan BPS dalam menyusun data ekonomi kreatif. Hasil Survei BPS-Bekraf pada tahun berjalan akan dipublikasikan di akhir tahun berikutnya.

Adapun kinerja sektor Ekonomi Kreatif 2017 akan disajikan di akhir 2018. Untuk tahun ini, ruang lingkup kerja sama BPS-Bekraf meliputi updating data makro ekonomi kreatif (PDB, tenaga kerja dan ekspor), serta profil usaha subsektor berdasarkan Sensus Ekonomi 2016.

Kemudian Aktivitas Ekonomi Kreatif dalam Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI), data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan Tabel Input-Output (I-O) Ekraf. Hasil lengkap dari kerja sama tersebut akan disampaikan pada Press Conference yang akan diselenggarakan oleh Bekraf dan BPS.

 


(AHL)