Nilai Tukar Petani November 2017 Naik 0,28%

Desi Angriani    •    Senin, 04 Dec 2017 14:11 WIB
petani
Nilai Tukar Petani November 2017 Naik 0,28%
Petani. ANT/Yudhi Mahatma.

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Nilai Tukar Petani (NTP) pada November 2017 secara nasional mengalami kenaikan sebanyak 0,28 persen dibandingkan dengan bulan lalu, yakni dari 102,78 menjadi 103,07.

Kepala BPS Suharyanto mengatakan kenaikan NTP karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,57 persen lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) sebesar 0,29 persen.

"Nilai Tukar Petani (NTP) November 2017 sebesar 103,07 atau naik 0,28 persen," katanya dalam sebuah konferensi pers, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.

Suharyanto menuturkan, kenaikan NTP November 2017 dipengaruhi oleh naiknya subsektor tanaman pangan sebesar 0,97 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat 0,25 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,17 persen.  Sedangkan subsektor hortikultura dan peternakan mengalami penurunan, masing-masing sebesar 0,08 persen dan 0,32 persen.

"Semakin tinggi NTP secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani," tutur dia.

Dari 33 provinsi,  NTP Riau mengalami kenaikan tertinggi sebesar 4,20 persen dibandingkan dengan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar 5,34 persen disebabkan penurunan pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat khususnya lada atau merica.

"Dari 33 provinsi sebanyak 24 provinsi mengalami kenaikan NTP dan 9 provinsi mengalami penurunan NTP. Nilai Tukar usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional November 2017 sebesar 111,72 atau naik 0,42 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya," tutup dia.


(SAW)