Maret 2018, Upah Buruh Tani dan Bangunan Naik

Eko Nordiansyah    •    Senin, 16 Apr 2018 19:12 WIB
upah
Maret 2018, Upah Buruh Tani dan Bangunan Naik
Petani. ANT/Adeng Bustomi.

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat upah nominal harian buruh tani Nasional pada Maret 2018 naik 0,43 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kenaikan juga terjadi untuk upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) sebesar 0,29 persen pada Maret 2018.

"Perkembangan buruh ini kembali berita mengembirakan baik buruh tani dan bangunan," kata Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

Upah buruh tani pada Februari 2018, yaitu sebesar Rp51.378 kemudian mengalami kenaikan pada Maret 2018 menjadi Rp51.598 per hari. Sedangkan upah riilnya mengalami kenaikan sebesar 0,31 persen.

Sementara itu, upah buruh bangunan pada Februari 2018 sebesar Rp85.632 mengalami kenaikan di Maret 2018 menjadi Rp85.880 per hari. Upah riilnya juga mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen.

Dirinya menjelaskan, upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja. Jika upah riil semakin tinggi maka daya beli upah buruh juga semakin tinggi atau sebaliknya.

"Dengan demikian daya beli baik untuk buruh tani maupun buruh bangunan masih terjaga dengan bagus. Tentunya kita berharap menjelang Lebaran inflasi akan tetap terkendali, sehingga tidak menurunkan daya beli," jelas dia.

Adapun upah buruh Informal lainnya seperti upah buruh potong rambut wanita mengalami kenaikan sebesar 0,70 persen dari Rp26.543 menjadi Rp26.729. Upah riil yang diterima juga naik sebesar 0,50 persen menjadi Rp20.160 dari Rp20.060 di bulan sebelumnya.

Upah pembantu rumah tangga per bulan juga mengalami kenaikan, di mana rata-rata upah nominal Maret 2018 naik 0,32 persen menjadi Rp392.103. Sedangkan upah riilnya juga naik sebesar 0,12 persen menjadi Rp295.748.


(SAW)