Pemerintah Masih Kaji Rendahnya Realisasi KUR Nelayan

Gabriela Jessica Restiana Sihite    •    Rabu, 30 Nov 2016 06:49 WIB
kur
Pemerintah Masih Kaji Rendahnya Realisasi KUR Nelayan
Menko Maritim Luhut Pandjaitan. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean.

Metrotvnews.com, jakarta: Pemerintah mengaku kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor kelautan dan perikanan masih minim realisasi. Selama Januari-Oktober 2016, penyaluran KUR nelayan hanya Rp779,8 miliar atau 1,3 persen dari total penyaluran KUR.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pihaknya masih tengah mencari faktor kecilnya penyaluran kredit untuk nelayan.

"Kita cari tahu dulu, apa yang salah dan apakah proses masih susah," tukasnya saat ditemui di kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Menurutnya, para nelayan harus mudah mendapatkan KUR agar bisa usahanya bisa berkembang. Salah satunya, untuk membeli kapal.

Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kebutuhan KUR untuk sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp21,7 triliun pada tahun depan. Dari jumlah tersebut, perikanan tangkap butuh KUR sebesar Rp3,62 triliun dengan 455.900 debitur potensial dan perikanan budidaya butuh KUR Rp12,71 triliun dengan 169.486 debitur potensial.

Sementara KUR untuk pengolahan dan pemasaran hasil laut butuh KUR Rp5,74 triliun dengan 61.244 debitur potensial. Usaha garam rakyat butuh KUR mencapai Rp170 miliar dengan 2.268 debitur potensial dari para petambak garam.

Di kesempatan yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan pemerintah sebenarnya sudah menugaskan para perbankan untuk ikut menyalurkan KUR kepada para nelayan. Namun, belum semua bank mudah untuk memberikan kredit ke sektor tersebut. Karenanya, dia meminta kepada Menko Bidang Kemaritiman untuk menggerakan para perbankan guna meringankan beban para nelayan.

"Sebenarnya pemerintah sudah menugaskan perbankan. Tapi nanti Pak Luhut yang gerakan semua perbankan. Beres itu nanti," cetus Susi.


(SAW)