Kadin: Desa Jadi Ujung Tombak Pembangunan Ekonomi

Husen Miftahudin    •    Rabu, 19 Oct 2016 18:25 WIB
dana desa
Kadin: Desa Jadi Ujung Tombak Pembangunan Ekonomi
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani (ketiga dari kiri). (Foto: Dokumentasi Kadin).

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyatakan wilayah pedesaan menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi nasional. Hal itu dikatakannya saat berdialog dengan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Kata dia, peningkatan pembangunan pedesaan harus didukung dengan anggaran yang memadai. Peningkatan alokasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya untuk mewujudkan kedaulatan, termasuk pangan. Menurut Rosan, hal itu mencerminkan keseriusan pemerintah untuk membangun negeri ini dari desa.

"Besarnya dana desa yang diperoleh setiap desa dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, misalnya membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian kedaulatan pangan berskala lokal," ujar Rosan dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (19/10/2016).




Dia menjelaskan, pada 2015 pemerintah mencairkan dana desa sebanyak Rp20,76 triliun dengan pembagian rerata Rp280,3 juta per desa. Sementara pada 2016, jumlah itu meningkat menjadi Rp46,98 triliun.

Rencananya, pada 2017 pemerintah menganggarkan dana desa sebesar Rp60 triliun. Selanjutnya pada 2018 dana desa sebesar Rp103,79 triliun dan pada 2019 nilainya mencapai Rp111,8 triliun dengan rata-rata per desa sebesar Rp1,5 miliar.

"Mungkin selama ini banyak orang belum begitu mengetahui, aware bahwa dana yang dialihkan ke desa-desa jumlahnya sangat signifikan setiap tahun. Itu akan menjadi kekuatan sangat luar biasa, terutama dalam hal ketahanan pangan," tegasnya.

Baca: Pertengahan Tahun, Realisasi Penyaluran Dana Desa Capai 56,8%

Dia optimistis, peningkatan alokasi dana desa akan memudahkan pemerintah desa untuk berkreasi menciptakan sentra usaha baru bagi terwujudnya kedaulatan pangan.

"Apabila kita mempunyai suatu program, maka gagasannya dapat diimplementasikan di segala lini. Saya yakin itu," pungkas Rosan.


(AHL)