Menhub akan Bertemu PLN Bahas Bandara Cilacap

   •    Senin, 07 Aug 2017 14:02 WIB
bandarakementerian perhubungan
Menhub akan Bertemu PLN Bahas Bandara Cilacap
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (MI/SUSANTO)

Metrotvnews.com, Cilacap: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan bertemu dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (persero) untuk membicarakan bangunan pembangkit listrik yang mengganggu ruang udara Bandara Tunggul Wulung di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

"Bandara ini punya persoalan sedikit. Nanti kami akan bicarakan dengan PLN berkaitan dengan hambatan yang di sana," kata Budi, seperti dikutip dari Antara, Senin 7 Agustus 2017.

Hambatan obstacle yang dimaksud Budi adalah bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang bisa menghambat pergerakan pesawat yang lepas landas atau mendarat di Bandara Tunggul Wulung.

Karena ada hambatan di Bandara Tunggul Wulung, kata Budi, maka Kementerian Perhubungan juga akan membuka Pangkalan Udara Wirasaba di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah agar bisa dipakai untuk penerbangan komersial.

"Tahun ini akan dibangun agar pesawat komersial bisa masuk," katanya seraya mengaku optimistis Bandara Wirasaba akan diminati oleh banyak maskapai penerbangan karena perkembangan kawasan cukup pesat.

Akibat ada hambatan itu, Bandara Tunggul Wulung yang pernah dioperasikan oleh PT Pertamina itu hanya bisa melayani pesawat sejenis ATR 72 atau CN 235 atau yang lebih kecil karena tidak bisa didarati pesawat sekelas Boeing 737 atau yang satu kelas.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara Tunggul Wulung Faisal Marasebessy mengatakan perpanjangan landasan pacu dari 1.400 meter menjadi 1.800 meter juga belum bisa dilakukan karena lahan belum dibebaskan selain masih ada bangunan tinggi milik PLN.

Kendala lain, kata Faisal, adalah masih adanya warga yang menyeberang landasan pacu sehingga membahayakan keselamatan penerbangan. "Kita masih memperbolehkan menyeberang jika tidak pesawat yang akan mendarat," pungkasnya.

Bandara Tunggul Wulung saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 1.400 meter dengan lebar 30 meter serta apron ukuran 190 meter X 96,5 meter yang mampu menampung tiga pesawat sekelas ATR 72 atau CN 235.


(ABD)