Terlalu Agresif Bikin Sevel Gulung Tikar

   •    Sabtu, 15 Jul 2017 11:11 WIB
7-eleven
Terlalu Agresif Bikin Sevel Gulung Tikar
Gerai Sevel yang sudah tutup. (FOTO: Media Indonesia)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Modern International Tbk, induk usaha PT Modern Sevel Indonesia, akhirnya buka-bukaan perihal tutupnya seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) di Indonesia. Berbagai faktor memengaruhi, mulai internal hingga eksternal.

Namun, Komisaris PT Modern International Donny Sutanto mengatakan faktor utama gulung tikarnya seluruh gerai Sevel ialah kebangkrutan yang dialami perusahaan. Waralaba asing tersebut terlalu agresif dalam mengembangkan usaha di Indonesia.

"Pada 2009-2010 respons yang kami terima sangat bagus sehingga kami memutuskan untuk investasi besar-besaran untuk pembukaan toko yang membutuhkan modal besar. Misalnya, pembangunan dapur langsung di 400-500 toko. Kami belajar bahwa ternyata ekspansi yang kami lakukan terlalu agresif," papar Donny saat paparan publik, di Jakarta, Jumat 14 Juli.




Investasi besar-besaran tersebut membuat beban perusahaan dan utang ke perbankan makin besar. Karena itu, modal kerja makin lama makin tergerus hingga membuat perusahaan merugi.

Rugi bersih Modern International sudah dialami sejak 2015. Pada tahun lalu, perusahaan berkode emiten MDRN tersebut mengalami rugi bersih hingga Rp638,7 miliar, atau 11 kali lipat dari rugi bersih 2015 yang sebesar Rp54,7 miliar.

Pada kuartal I tahun ini, rugi bersih perusahaan mencapai Rp447 miliar. Diakui Donny, kerugian terbesar disumbang Sevel yang akhirnya membuat penutupan seluruh gerai mereka.

"Yang memberatkan adalah pembayaran bunga dan pokok pinjaman. Pinjaman bisnis Sevel yang bebannya paling besar sehingga membuat modal kerja tergerus dan tidak bisa lanjutkan operasional," ungkap Donny.

Tawarkan karyawan

Pihak Sevel terus mengupayakan karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat bekerja di convenience store lain asal Indonesia. Sedikitnya, 1.300 karyawan dirumahkan pada 30 Juni 2017.

"Kita coba kerja samakan dengan convenience store yang lain, tentunya yang domestik," tambah Direktur Operasional Modern Sevel Indonesia Ivan Budiman.

Ivan menuturkan sudah 300 karyawan Sevel yang sedang diproses ke convenience store lain. Namun, dia tak menjamin para karyawan tersebut akan langsung diterima bekerja di tempat baru.

Baca: Kena PHK, 7-Eleven Salurkan Ribuan Karyawan ke Convenience Store Lain

"Sudah ada 300 karyawan yang sudah proses. Tapi itu dari pihak mereka (convenience store) masih melihat CV dan akan wawancara dulu kan," tuturnya.

Hanya saja, PT Modern Sevel Indonesia memastikan akan menyelesaikan kewajiban-kewajiban terhadap karyawan, pemerintah, kreditur, dan para pemasok.

Salah satunya menjual aset Sevel untuk membayar pesangon. Pihaknya telah menunjuk Colliers International Indonesia sebagai agen penjualan.

"Akan jual aset yang tidak digunakan untuk bayar kewajiban. Appraisal company yang akan menghitung berapa nilai asetnya," ungkapnya.

Aset yang dimaksud terdiri atas bangunan dan tanah. Beberapa di antaranya di bawah hak milik Modern Internasional, sisanya berbentuk kontrak sewa. Selain itu, aset Fuji Film akan dijual karena dinilai memiliki nilai jual yang tinggi. (Media Indonesia)


(AHL)