Rasio Pajak RI Masih 10,3%, Sri Mulyani: Tak Dapat Diterima

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 12 Jul 2017 16:47 WIB
perpajakan
Rasio Pajak RI Masih 10,3%, Sri Mulyani: Tak Dapat Diterima
Menkeu Sri Mulyani. MTVN/Suci Sedya Utami.

Metrotvnews.com, Jakarta: Rasio pajak (tax ratio) Indonesia saat ini bisa dibilang masih memprihatinkan. Saat ini rasio pajak Indonesia masih pada posisi 10,3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Hal tersebut pun diakui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai sesuatu yang memalukan. Ani, sapaan akrab dirinya, mengatakan, level tersebut terbilang sangat rendah jika dilihat dari ekonomi Indonesia saat ini dan dibandingkan dengan negara lain.

baca : Tingkatkan Rasio Pajak, Kemenkeu Bakal Reformasi Perpajakan

"Itu masih rendah sekali dan tidak dapat diterima. Sebagai mantan pejabat Bank Dunia saya heran Indonesia hanya menerima penerimaan pajak 10,3 persen," kata Ani saat sambutan di acara International Tax Conference di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Rabu 12 Juli 2017.

Padahal, rasio pajak merupakan salah sinyal bagi investor untuk menaruh dananya di Indonesia. Sehingga mereka percaya bahwa fiskal pemerintah akan aman jika ada gejolak. Sebab risiko dari gejolak tentunya bisa ditangani menggunakan hasil penerimaan yang dikumpulkan oleh negara.

Ani pun menargetkan peningkatan tax amnesty menuju 16 persen pada 2019. Namun tak dipungkiri, perlu usaha lebih untuk mencapai angka tersebut. Berbagai cara, kata dia, akan dilakukan untuk memperbaiki perpajakan dalam negeri.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, bukan hanya mengandalkan penerimaan alamiah, Pihaknya akan terus melakukan penyisiran potensi penerimaan pajak dibarengi juga dengan memperbaiki basis data yang berasal dari amnesti pajak dan kegiatan ekonomi tertentu yang bisa dilakukan dengan enforcement sehingga bisa mengamankan penerimaan negara. Termasuk juga dengan meningkatkan kerja sama internasional dalam hal perpajakan.

"Kerja sama internasional membuat kami bisa mempertahankan pemerimaan pajak yang baik," tegas dia.

 


(SAW)