Kenaikan Transaksi Nontunai Dorong Konsumsi Rumah Tangga

Ilham wibowo    •    Senin, 05 Nov 2018 16:27 WIB
transaksi non tunaibpskonsumsi rumah tangga
Kenaikan Transaksi Nontunai Dorong Konsumsi Rumah Tangga
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan transaksi nontunai yang meningkat 11,95 persen. Jumlah tersebut mendorong peningkatan laju pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan III-2018.

"Total nilai transaksi kartu debit, kredit, dan uang elektronik tumbuh 11,94 persen, menguat dibanding triwulan III-2017 yang tumbuh 11,05 persen," ujar Kepala BPS Suhariyanto, dalam sebuah konferensi pers, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin, 5 November 2018.

Pengeluaran konsumsi rumah tangga juga dipengaruhi penjualan eceran yang  tumbuh 4,21 persen. Nilai tersebut menguat dari triwulan III 2017 yang hanya tumbuh 0,13 persen.

"Penjulan wholesale mobil penumpang masih bagus, penjualan wholesale sepeda motor masih, menunjukkan daya beli rumah tangga masih bagus," ungkapnya.

Ia melanjutkan, laju positif juga terjadi menurut  Pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,96 persen yang didorong oleh seluruh jenis barang modal. Komponen mesin dan perlengkapan menjadi pendorong pertumbuhan tertinggi dengan 22,13 persen.

"Seluruh komponennya PMTB berdasarkan jenis komponennya masih tumbuh, sehingga PMTB ini pada triwulan III-2018 ini tumbuh sebesar 6,96 persen," tuturnya.

Konsumsi pemerintah juga tercatat tumbuh positif sebesar 6,28 persen. Nilai tersebut didorong realisasi belanja modal pemerintah pusat (APBN) triwulan III-2018 sebesar Rp49,13 triliun, meningkat 13,97 persen dibanding belanja modal triwulan III-2017.

"Pembangunan infrastruktur juga berlangsung di beberapa daerah, baik pembangunan baru maupun lanjutan pembangunan periode sebelumnya," tandasnya.

 


(AHL)


Merpati dalam Cangkang

Merpati dalam Cangkang

22 hours Ago

NASIB maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (persero) bak burung dalam sangkar.

BERITA LAINNYA