Sarang Walet Senilai Rp13 Miliar Diekspor ke Tiongkok

M Studio    •    Jumat, 06 Oct 2017 19:42 WIB
berita kementan
Sarang Walet Senilai Rp13 Miliar Diekspor ke Tiongkok
Badan Karantina Pertanian melepas ekspor sarang walet seberat 464,5 kg milik PT Tong Heng Investment Indonesia, senilai Rp13 miliar (Foto:Dok.Kementan)

Metrotvnews.com, Tangerang: Badan Karantina Pertanian melepas ekspor sarang walet seberat 464,5 kilogram (kg) milik PT Tong Heng Investment Indonesia, senilai Rp13 miliar.

PT Tong Heng Investment Indonesia menjadi perusahaan kedelapan yang mampu menembus pasar sarang walet Tiongkok. Menyusul 7 perusahaan lainnya yang telah memenuhi persyaratan untuk melakukan ekspor sarang walet secara langsung ke Tiongkok. Bahan baku ekspor sarang walet kali ini diperoleh dari 31 rumah walet teregistrasi di Sumatera Selatan.

Badan Karantina Pertanian menjadi Institusi yang menjamin keamanan produk sarang walet yang akan diekspor bebas dari Avian Influenza/flu burung dan penyakit unggas lainnya dan membangun sistem ketelusurannya. Serta bersama dengan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca Panen, serta Kementerian Perdagangan memberikan fasilitasi terhadap calon perusahaan eksportir dalam memenuhi persyaratan teknis maupun non teknis sebagaimana yang disepakati dalam protokol.

Untuk menembus pasar Tiongkok cukup sulit, karena sarang walet yang akan diekspor dikenai persyaratan sangat ketat sebagaimana disepakati dalam protokol, khususnya sistem ketelusuran (traceability) dan pemenuhan hygiene dan sanitasi, serta bebas dari Avian Influenza/flu burung dan penyakit unggas lainnya.

"Pada akhir 2014, Badan Karantina Pertanian berhasil menembus protokol tersebut sehingga saat ini Indonesia dapat ekspor langsung ke Tiongkok tanpa harus melewati negara perantara," ujar Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, drh Mulyanto, MM.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memangkas biaya di rantai distribusi yang selama ini terbuang di negara kedua seperti Singapura, Hong Kong, dan Taiwan. Selain itu penjualan langsung akan mendatangkan margin keuntungan lebih tinggi dan dapat memberikan image positif dengan adanya legalitas dari pemerintah Tiongkok terhadap produk Indonesia.

Tiongkok merupakan negara konsumen sarang walet terbesar di dunia. Sarang walet menjadi komoditi bergengsi, terutama saat hari raya Imlek dan tahun baru Masehi. Terhitung pada Juli 2017, sebanyak 72,31 persen kebutuhan sarang walet Tiongkok diimpor dari Indonesia. Disusul Malaysia (18,85 persen), sisanya dari Brasil, Taiwan, dan Australia. Nilai ekspor sarang walet ke Tiongkok mencapai USD40,43 juta. Naik 170 persen dari tahun 2016 yang hanya mencapai USD14,99 juta.


(ROS)