Kemandirian Pangan untuk Sejahterakan Petani

Arif Wicaksono    •    Kamis, 12 Oct 2017 16:05 WIB
petanikementerian pertanian
Kemandirian Pangan untuk Sejahterakan Petani
Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi pada 1st International Conference on Applied Science for Energy and Food Sovereignty di IPB. (Dok: Kementan)

Metrotvnews.com, Bogor: Terwujudnya ketahanan pangan berlandaskan kedaulatan dan kemandirian pangan merupakan visi dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) yang harus diwujudkan.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi pada 1st International Conference on Applied Science for Energy and Food Sovereignty di IPB ICC Bogor, Kamis 12 Oktober 2017.

"Peningkatan kedaulatan pangan merupakan salah satu poin dari agenda ke tujuh Nawa Cita Pemerintahan Jokowi-JK," ungkap Agung dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

"Karena itu, pembangunan ketahanan pangan dan pengaturan kebijakan pangan yang dikeluarkan pemerintah selain bertujuan untuk menyejahterakan petani, juga untuk mewujudkan kedaulatanan pangan," tambahnya.

Dalam acara yang dihadari wakil-wakil dari 40 Perguruan Tinggi se-Indonesia itu, Agung memaparkan berbagai tujuan pembangunan pertanian seperti upaya meningkatkan ketersediaan dan diversifikasi pangan, peningkatan daya saing produk pertanian, meningkatkan ketersediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi dan meningkatkan pendapatan dan kesehteraan petani.

"Semua pembangunan pertanian yang dilakukan tidak hanya untuk mencukupi ketersediaan pangan di dalam negeri, tetapi juga bagaimana kita tingkatkan kesejahteraan petani," jelas Agung.

Strategi Kementan untuk mencapai pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional adalah melalui berbagai terobosan, di antaranya pengadaan alat dan mesin pertanian 180 ribu unit, rehabilitasi jaringan irigasi sluas 3,05 juta ha, peningkatan indeks pertanaman, serta asuransi pertanian (675 ribu ha).

Terobosan lainnya adalah pembangunan lumbung pangan perbatasan, integrasi jagung dan sawit, peningkatan produksi daging melalui SIWAB (semua betina wajib bunting), pembangunan 3.771 unit embung/long storage/dam parit, pengadaan benih ungul untuk padi, jagung, kedelai, cabai, bawang dan lainnya, pengendalian impor pangan strategis dan stabilitasi harga pangan melalui TTI (Toko Tani Indonesia).  

Melalui berbagai terobosan tersebut, pembanguan pertanian dan ketahanan pangan sudah memberikan hasil positif. Sehingga sangat penting sebagai modal dasar untuk mencapai Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045.


(AHL)