Luhut Minta tak Ada Aturan yang Membuat Nelayan Tidak Nyaman

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 10 Jan 2018 06:17 WIB
nelayanperikanankelautan dan perikanan
Luhut Minta tak Ada Aturan yang Membuat Nelayan Tidak Nyaman
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti tidak mengeluarkan aturan yang membuat nelayan tidak nyaman. Hal ini termasuk pelarangan penggunaan cantrang.

"Saya bilang jangan ada lagi kebijakan-kebijakan yang membuat nelayan tidak nyaman," kata dia, di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Januari 2018.

Dirinya menambahkan aturan mengenai larangan penggunaan cantrang sudah jelas harus segera dihentikan. Kalaupun dianggap merusak lingkungan, Luhut meminta aturan yang ada bisa memastikan jika cantrang yang digunakan nelayan aman.

"Supaya ini semua dihentikan, jangan ada yang aneh-aneh dulu, seperti sekarang demo-demo. Tapi yang penting, kalau ada misal cantrang akan dibuat, harus ada aturan yang supaya tidak merusak lingkungan," jelas dia.

Luhut menilai produktivitas di sektor perikanan mengalami penurunan imbas dari aturan yang merugikan nelayan. Untuk itu dirinya berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa fokus untuk mendorong produktivitas, bahkan meningkatkan impor hasil laut Indonesia.

Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan alat penangkap ikan (API) Pukat Hela (trawl) dan Pukat Tarik (seine nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, di mana cantrang termasuk didalamnya.

Namun demikian aturan ini menuai banyak pro dan kontra khususnya di kalangan nelayan yang merasa dirugikan. Pasalnya selama ini cantrang menjadi salah satu alat penangkap ikan andalan meskipun ada yang menilai jika penggunaan cantrang bisa merusak ekosistem laut.


(ABD)