Ada Kendala Tanah Dipembangunan Ruas Tol Trans Jawa

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 03 Jan 2018 13:16 WIB
jalan tolekonomi daerah
Ada Kendala Tanah Dipembangunan Ruas Tol Trans Jawa
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengaku ada kendala pada kekuatan tanah dalam sebagian ruas proyek tol Trans Jawa meskipun kemajuan konstruksi sudah mencapai 84 persen. Kendati demikian, Kementerian PUPR siap menyelesaikan proyek tersebut semaksimal mungkin.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membenarkan terdapat kendala teknis pada ruas Batang-Semarang di mana kondisi tanah merupakan tanah lunak sehingga membutuhkan penanganan khusus. Optimalisasi menjadi penting agar proyek tol yang dibangun memang kokoh dan memberikan manfaat yang maksimal.

"(Saat ini) konstruksi 84 persen. Apa masalahnya? Masalahnya teknis, di Batang-Semarang ada tanah lunak, misalnya. Ini kan masalahnya konstruksi tanah lunak kita mesti dengan konstruksi vakum kayak di Palindra," kata Basuki, di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu, 3 Januari 2018.



Kendati demikian, Basuki mengatakan, pembangunan tol Trans Jawa tetap sesuai target. Pada akhir 2018 seluruh ruas diproyeksikan sudah dapat beroperasi. "Ini progresnya juga baik. Ini percepatan kalau di Trans Jawa untuk bisa tetap di target akhir 2018 bisa operasional," ucap dia.

Seperti diketahui, dalam desain besar pemerintah akan membuat jalur Trans Jawa sepanjang 660 kilometer (km). Jalur tol Trans Jawa terbagi atas sembilan ruas yaitu Cikampek-Palimanan sepanjang 116,75 km, dan Pejagan-Pemalang 57,5 km, dan Pemalang-Batang 39.2 km,

Kemudian, Batang-Semarang sepanjang 75 km, Semarang-Solo 72,64 km, Solo-Ngawi sepanjang 90,1 km, Ngawi-Kertosono 87,02 km, Kertosono-Mojokerto 40,5 km, dan Mojokerto-Surabaya 36,2 km.

Di lain sisi, ia membeberkan, kemajuan tol Trans Papua. Dari total panjang tol 4.300 km, sampai 2017 sudah konstruksi 3.900 km. Sementara sisanya 400 km akan dilanjutkan sampai 2019. "Itu terus jalan, kita 2019 itu targetnya bisa nyambung semua," pungkas dia.

 


(ABD)