Presiden Ancam Kejar `Penyunat` Dana Desa

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 30 Nov 2016 13:17 WIB
dana desa
Presiden Ancam Kejar `Penyunat` Dana Desa
Presiden Jokowi di Istana Negara. Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengancam turun tangan bila ada yang berani mencomot dana desa. Dia ingin dana itu digunakan sebenar-benarnya untuk pembangunan daerah.

Jokowi pernah menanyakan kepada kepala desa apakah ada yang menyunat dana desa. Jawabannya, tak ada. 

"Awas kalau ada. Siapa pun yang motong, saya kejar nanti," kata Jokowi pada penyerahan penghargaan Adhikarya Pangan Nasional 2016 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Pemerintah, tambah Jokowi, berusaha terus menaikkan dana desa. Pada 2015, pemerintah menggelontorkan dana desa sebesar Rp20 triliun, Rp47 triliun pada 2016, Rp60 triliun pada 2017, dan Rp120 triliun pada 2018.

Presiden ingin dana desa digunakan untuk meningkatkan produksi pertanian. Misalnya, dana dipakai buat membangun irigasi hingga kantong air. "Akan saya cek, akan saya kontrol terus penggunaan dana desa ini."

Pemerintah akan terus konsisten menaikkan anggaran untuk dana desa. Jika pada 2016 ini dana desa dianggarkan sebesar Rp47 triliun maka pada Tahun Anggaran 2017 dana tersebut akan dinaikkan menjadi Rp60 triliun, dan setelah itu akan terus dinaikkan lagi.

"Tahun depan sudah Rp60-an triliun. Sudah dari Rp47 triliun jadi Rp60 triliun. Tahun depannya, kemarin sudah kita hitung-hitung, saya mau naikkan dua kali lipat. Pada 2018 dua kali lipat, tapi masih dihitung," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), seperti dikutip dari Setkab, Selasa 29 November 2016.

Menurut Presiden Jokowi, besaran pasti dari dana desa pada 2018 mendatang saat ini masih dihitung pemerintah. "Kita sudah mulai hitung, seperti itu karena efek berantainya ke mana-mana," ujarnya.


(MBM)