OJK Bali Minta Perbankan Monitor Kredit Debitur

   •    Senin, 19 Jun 2017 08:34 WIB
ojkperbankan
OJK Bali Minta Perbankan Monitor Kredit Debitur
Ilustrasi OJK (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Denpasar: Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara meminta perbankan untuk memonitor kredit debitur. Selain itu, perbankan diminta mencarikan solusi agar dapat menekan angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang meningkat hingga April 2017 mencapai 3,41 persen.

"Untuk yang sudah eksis mereka harus monitor debiturnya dan ikut cari solusi masalah debitur," kata Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Zulmi, seperti dikutip dari Antara, di Denpasar, Senin 19 Juni 2017.

OJK mencatat jika dibandingkan dengan Maret 2017, total kredit bermasalah seluruh perbankan di Bali mencapai 3,2 persen. Bank harus paham kondisi debitur dan memberikan solusi di antaranya restrukturisasi kredit, periode cicilan diperpanjang, dan cicilan diperkecil sesuai kemampuan apabila kondisi debitur masih memiliki potensi namun menghadapi kendala.

"Sedangkan bagi debitur baru, bank diminta tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam analisa sebelum mencairkan kredit," tuturnya.

Zulmi mengimbau bank menghindari sementara waktu pembiayaan di sektor-sektor yang sudah jenuh di antaranya properti dan turunannya karena sektor tersebut saat ini penyumbang terbesar kredit bermasalah.

Selain itu, lanjutnya, kredit bermasalah salah satunya juga disebabkan terlambatnya pembayaran tunjangan para pegawai negeri sipil sehingga debitur yang selama ini membayar cicilan mengandalkan tunjangan tersebut juga ikut kena imbas.

"Bagi mereka ada pinjaman di bank, biasanya bayar pakai tunjangan karena tunjangan belum dibayar otomatis angsurannya ngaret," pungkas Zulmi.

 


(ABD)

YLKI Sebut Masyarakat Harusnya Diberikan Insentif
Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Diatur

YLKI Sebut Masyarakat Harusnya Diberikan Insentif

54 minutes Ago

Seharusnya Bank Indonesia (BI) memberikan insentif bagi masyarakat karena sudah membantu menjal…

BERITA LAINNYA