Dongkrak Jumlah Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Perlu Lakukan Strategi Marketing

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 16 May 2017 16:59 WIB
berita dpr
Dongkrak Jumlah Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Perlu Lakukan Strategi Marketing
BPJS Ketenagakerjaan (Foto: dokumentasi BPJS Ketenagakerjaan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi IX DPR RI mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan Badan Pusat Statistik untuk meningkatkan jumlah kepesertaan. 

"Saya kira langkah-langkah positif dalam meningkatkan kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan perlu diapresiasi," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Daulay, kepada Metrotvnews.com, melalui pesan elektronik, Selasa, 15 Mei 2017.

Saleh mengingatkan bahwa upaya itu juga harus dibarengi strategi lain. Salah satunya, marketing. Sebab, dengan mengetahui data belum tentu berkolaborasi dengan minat masyarakat menjadi peserta. 

"Katakanlah, misalnya, di Kabupaten A diketahui banyak yang tepat untuk menjadi peserta. Kalau tidak dilakukan pendekatan persuasif dan dipasarkan secara baik, belum tentu orang-orang di kabupaten itu mau menjadi peserta," kata dia.

Apalagi, saat ini banyak asuransi swasta yang menawarkan produk serupa, atau bahkan lebih baik. Sehingga, perlu dilakukan strategi marketing yang mantap untuk meningkatkan kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan. "Itu kunci utama untuk meningkatkan kepesertaan," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, BPJS Ketenagakerjaan menjalin kerja sama dengan BPS guna meningkatkan jumlah kepesertaan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman antara Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dengan Kepala BPS Suhariyanto.

"Kita butuh data-data yang valid untuk mengetahui potensi ketenagakerjaan yang akan menjadi peserta BPJS ketengakerjaan," ujar Agus, di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin 15 Mei 2017.

Agus menuturkan, kerja sama kedua badan tersebut mencakup kesepakatan tentang penyediaan, pemanfaatan, serta pengembangan data dan informasi. Data dari BPS dinilai penting untuk mengetahui memetakam potensi kepesertaan BPJS di seluruh Indonesia.


(ROS)